TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Peringatan Tumpek Uye di Bali tahun ini diisi dengan aksi perlindungan terhadap hewan dan manusia melalui vaksinasi rabies gratis.
Dinas Peternakan (Distan) di seluruh Bali akan melaksanakan vaksinasi secara serentak pada Sabtu 5 September 2026.
Kegiatan vaksinasi tersebut akan berlangsung di masing-masing banjar, desa, maupun kelurahan di wilayah Bali.
Program ini menjadi bagian dari perayaan Tumpek Uye yang menekankan nilai kasih sayang terhadap seluruh makhluk ciptaan Tuhan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengatakan, untuk acara puncak peringatan Tumpek Uye akan digelar di Jaba Pura Batukaru, Tabanan.
Baca juga: Gugatan Lift Kelingking Dimenangkan Investor, Pansus TRAP Singgung Kinerja Tim Hukum Pemprov Bali
“Pelaksanaan vaksinasi rabies pada hari Tumpek Uye bertajuk ‘Wujudkan Cinta Kasih kepada Semua Makhluk Ciptaan Tuhan dengan Melindungi Hewan dan Manusia dari Rabies',” ujarnya, Jumat 4 September 2026.
Sunada menjelaskan, vaksinasi diperuntukkan bagi hewan peliharaan, khususnya anjing, kucing, dan kera.
Pemilik hewan perlu memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat sebelum mengikuti vaksinasi.
“Syaratnya hewan dalam kondisi sehat, dan setelah divaksin wajib memakai kalung,” ungkapnya.
Menurutnya, vaksinasi rabies tidak hanya menjadi upaya untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan, tetapi juga berperan dalam mencegah penyebaran rabies kepada manusia.
Baca juga: Cakupan Vaksinasi Rabies Bali Capai 57,40 Persen, Distan Pastikan Stok Aman Hingga Akhir 2026
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan harmonis.
Vaksinasi juga menjadi salah satu bentuk bhakti serta kasih sayang terhadap hewan dalam momentum Tumpek Uye.
“Vaksinasi ini gratis. Vaksin aman hewan sehat keluarga selamat,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatat cakupan vaksinasi rabies pada anjing baru menyentuh angka rata-rata 57,40 persen dari total estimasi populasi di tahun 2026.
Meski sejumlah daerah masih mencatatkan angka partisipasi yang rendah, ketersediaan stok vaksin dipastikan sangat memadai hingga akhir tahun.
Berdasarkan data harian per 2 September 2026, total keseluruhan hewan penular rabies (HPR) yang telah divaksinasi di Bali mencapai 336.779 ekor.
Dari jumlah tersebut, vaksinasi anjing mendominasi dengan angka kumulatif 327.757 ekor, disusul kucing sebanyak 8.984 ekor, dan monyet 38 ekor.
Baca juga: Sengketa Lift Kaca Nusa Penida Berlanjut, Pemprov Bali Kalah di Pengadilan, Siap Ajukan Banding
Total estimasi populasi anjing di seluruh wilayah Bali tahun ini diperkirakan mencapai 570.976 ekor.
Secara rinci, ketimpangan capaian vaksinasi antarkabupaten masih terlihat cukup tajam. Kabupaten Gianyar menempati posisi tertinggi dengan cakupan vaksinasi anjing mencapai 93,51 persen (74.726 ekor) dari estimasi populasi.
Angka tinggi ini disusul oleh Kabupaten Klungkung dengan 78,87 persen dan Kabupaten Badung sebesar 78,49 persen.
Sebaliknya, tiga kabupaten masih mencatatkan persentase di bawah angka 30 persen. Kabupaten Karangasem menjadi wilayah dengan capaian paling rendah, yakni hanya 22,93 persen atau 19.558 ekor dari estimasi populasi 85.302 ekor anjing.
Kondisi serupa terjadi di Buleleng dengan capaian 27,22 persen dan Bangli sebesar 28,71 persen.
Untuk penambahan harian per 2 September, tercatat sebanyak 403 ekor anjing dan 32 ekor kucing menerima vaksinasi.
Kabupaten Tabanan menjadi wilayah dengan pergerakan harian tertinggi, yakni memvaksinasi 211 ekor anjing dalam sehari. (*)