TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatat cakupan vaksinasi rabies pada anjing baru menyentuh angka rata-rata 57,40 persen dari total estimasi populasi di tahun 2026.
Meski sejumlah daerah masih mencatatkan angka partisipasi yang rendah, ketersediaan stok vaksin dipastikan sangat memadai hingga akhir tahun.
Berdasarkan data harian per 2 September 2026, total keseluruhan hewan penular rabies (HPR) yang telah divaksinasi di Bali mencapai 336.779 ekor.
Dari jumlah tersebut, vaksinasi anjing mendominasi dengan angka kumulatif 327.757 ekor, disusul kucing sebanyak 8.984 ekor, dan monyet 38 ekor.
Baca juga: Sengketa Lift Kaca Nusa Penida Berlanjut, Pemprov Bali Kalah di Pengadilan, Siap Ajukan Banding
Total estimasi populasi anjing di seluruh wilayah Bali tahun ini diperkirakan mencapai 570.976 ekor.
Secara rinci, ketimpangan capaian vaksinasi antar kabupaten masih terlihat cukup tajam. Kabupaten Gianyar menempati posisi tertinggi dengan cakupan vaksinasi anjing mencapai 93,51 persen (74.726 ekor) dari estimasi populasi.
Angka tinggi ini disusul oleh Kabupaten Klungkung dengan 78,87 persen dan Kabupaten Badung sebesar 78,49 persen.
Sebaliknya, tiga kabupaten masih mencatatkan persentase di bawah angka 30 persen.
Baca juga: Luncurkan SIGAP EMAS, Badung Peduli Gelar Safari Kesehatan di Lapas Perempuan Kerobokan
Kabupaten Karangasem menjadi wilayah dengan capaian paling rendah, yakni hanya 22,93 persen atau 19.558 ekor dari estimasi populasi 85.302 ekor anjing.
Kondisi serupa terjadi di Buleleng dengan capaian 27,22 persen dan Bangli sebesar 28,71 persen.
Untuk penambahan harian per 2 September, tercatat sebanyak 403 ekor anjing dan 32 ekor kucing menerima vaksinasi.
Kabupaten Tabanan menjadi wilayah dengan pergerakan harian tertinggi, yakni memvaksinasi 211 ekor anjing dalam sehari.
Menyikapi data cakupan yang masih bervariasi di setiap daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menegaskan bahwa tidak ada kendala terkait ketersediaan vaksin.
Baca juga: Pimpin Rapat Perubahan APBD 2026. Ketua DPRD Badung Sebut Belanja Dirancang Rp 13 Triliun
Pemerintah dipastikan siap menggenjot program vaksinasi guna mencapai target kekebalan kelompok.
"Stock vaksin di provinsi 250.000 dosis. Ini untuk di provinsi saja yg di kabupaten juga ada untuk akhir Tahun 2026," tegas I Wayan Sunada pada, Jumat 4 September 2026.
Dengan ketersediaan lebih dari 250 ribu dosis vaksin yang bersiaga di tingkat provinsi maupun kabupaten, pemerintah diharapkan dapat melakukan percepatan intervensi, khususnya di wilayah-wilayah yang capaian vaksinasinya masih tergolong kritis. (*)