TRIBUNWOW.COM - Habib Bahar bin Smith menyoroti kasus tewasnya warga Pejompongan, Bambang Setiawan, seusai mengaku berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Ketua GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.
Dalam komunikasi tersebut, Bahar mengatakan Hercules membantah keterlibatan anggota GRIB Jaya dalam pengeroyokan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.
Namun, Bahar kemudian mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab apabila GRIB Jaya memang tidak terlibat dalam kasus tersebut.
Dikutip dari Warta Kota, Kamis (3/9/2026), Bahar bahkan menyebut kemungkinan adanya oknum polisi yang terlibat. Pernyataan tersebut merupakan pandangan Bahar dan belum menjadi kesimpulan penyelidikan.
"Kalau ormas GRIB tidak mengakui anak buahnya yang menganiaya Pak Bambang, kalau enggak ngaku terus siapa? Polisi dong pelakunya," ucap Habib Bahar.
Habib Bahar Komunikasi dengan Hercules
Habib Bahar mengatakan dirinya memiliki hubungan baik dengan Hercules.
Ia mengaku sengaja menghubungi Ketua GRIB Jaya tersebut untuk membahas kasus meninggalnya Bambang Setiawan dalam rangkaian kericuhan di kawasan Pejompongan.
Menurut Bahar, Hercules menyampaikan bahwa GRIB Jaya tidak mengakui adanya anggota mereka yang terlibat dalam pengeroyokan Bambang.
Bahar kemudian mempertanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut jika bantahan GRIB Jaya benar.
Ia menyebut aparat kepolisian sebagai salah satu kemungkinan, tetapi pernyataan tersebut belum terbukti berdasarkan hasil penyelidikan.
Sementara itu, Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan belum menemukan bukti yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kasus pengeroyokan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.
Polisi juga telah mengidentifikasi dua terduga pelaku berdasarkan keterangan saksi dan analisis digital.
Baca juga: Aksi Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Ajukan 7 Tuntutan ke Pemkot
Serukan Perlawanan terhadap Premanisme
Selain membahas kasus Bambang, Habib Bahar menyerukan perlawanan terhadap praktik premanisme.
Ia menegaskan Indonesia bukan milik kelompok atau golongan tertentu.
Bahar juga meminta kasus meninggalnya Bambang diusut secara transparan agar pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui berdasarkan bukti.
Kasus tersebut bermula dari kericuhan yang terjadi seusai demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Bambang Setiawan kemudian menjadi korban dalam insiden tersebut hingga meninggal dunia.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan. Karena itu, keterlibatan pihak tertentu dalam kasus tersebut perlu menunggu hasil penyidikan kepolisian. (*)