Isenmulang Kalteng FC Sesalkan Gol Cepat Arema FC
Iwan Setiawan September 04, 2026 09:30 PM

Liputan6.com, Malang - Debut Isenmulang Kalteng FC di BRI Super League berakhir pahit. Tim promosi asal Kalimantan Tengah itu menelan kekalahan 0-4 dari Arema FC pada laga pembuka di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026).

Empat gol tuan rumah dicatat Ahmad Alfarizi, Diego Landis, Marcos Vinicius, dan Mauro Zijlstra. Hasil ini mengubur asa Laskar Tambun Bungai yang sebelumnya percaya diri bisa mencuri angka di kandang lawan.

"Tim kami masih baru di Super League. Jadi, butuh adaptasi. Gol cepat dari Arema FC membuat kami bermain lebih terbuka," ujar Mundari Karya.

"Setelah ketinggalan 1 gol, kami sempat menguasai permainan. Mendapatkan penalti, meski batal. Kami bangga dengan perjuangan pemain di lapangan," lanjut pelatih Isenmulang Kalteng FC itu.

Gol Awal Mengubah Arah Laga

Gelandang Arema FC, Gustavo Franca, berusaha melewati kawalan gelandang Isenmulang Kalteng FC, Brayen Pondaag, dalam laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9/2026) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)
g FC, BRI Super League 2026/2027

Gawang Isenmulang Kalteng FC sudah kebobolan pada menit ke-6. Situasi itu memicu respons cepat dari Makan Konate dan rekan-rekan untuk mengejar ketertinggalan.

Tekanan agresif justru menjadi bumerang. Arema FC mampu memanfaatkan ruang di lini belakang yang terbuka lebar melalui serangan balik cepat dan efektif.

Dari sisi komposisi, kubu tamu kalah pengalaman di level tertinggi. Hanya segelintir pemain yang pernah merasakan atmosfer kompetisi utama.

Nama-nama seperti Makan Konate, Leo Lelis, dan Gufroni Al Ma'ruf menjadi pengecualian. Selebihnya merupakan pemain yang baru menjalani debut di Super League.

Persiapan Terganggu Asap Kebakaran

Menjelang kompetisi, persiapan Isenmulang Kalteng FC ikut tersendat. Mereka tak bisa berlatih di Palangkaraya akibat kabut asap dampak kebakaran hutan, sehingga agenda tim ikut terhambat.

"Dua minggu lalu persiapan tim kami terganggu karena asap. Itu jadi sebuah gangguan. Setelah ini, kemungkinan kami melanjutkan persiapan di Bali. Karena tidak memungkinkan untuk berlatih di Kalteng," jelas Mundari.

Kondisi tersebut memaksa tim berstatus sementara sebagai musafir. Situasi ini berpotensi memicu kejenuhan dan dapat berdampak pada kesiapan mental pemain saat bertanding.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.