Air Minum Hemat
Abdul Azis Alimuddin September 04, 2026 10:07 PM

Oleh: Muh. Zulkifli Mochtar
Diaspora Indonesia di Tokyo, Ketua ICMI Jepang

TRIBUN-TIMUR.COM - Benarkah makan di Tokyo mahal? Tergantung pilihan anda tentunya.

Saat malam hari, atau memilih menu daging atau seafood enak seperti jenis Steak, daging bakar Yakiniku, Shabu Shabu, Izakaya atau seafood sashimi biasanya lebih mahal.

Sekali makan bisa sekitar 3000 - 4000 yen, atau berkisar 330 – 440 ribu rupiah.

Tapi minimarket Jepang juga menawarkan banyak pilihan lunch bento siap saji berkisar 500 - 700 yen.

Secara umum sekali lunch di family restaurant dengan menu karaage chicken, rice bowl daging ‘gyudon’, ramen, soba dan semacamnya kira kira 1000 – 1200 yen.

Ini biasanya sudah satu set menu ‘teishoku’: ada nasi putih, sup miso, Japanese pickled ‘tsukemono’ dan salad. Sudah sangat mengenyangkan.

Langganan restauran dekat rumah saya, harga seperti itu malah bisa tambah nasi bebas.

Memang harga itu agak mahal jika dibanding warteg Jakarta yang hanya berkisar 20 ribu rupiah.

Sudah pakai nasi, tempe atau ikan goreng kecil.

Tapi di Jakarta pun cukup banyak tempat makan harus berkisar 80 - 100 ribu di berbagai restoran menengah.

Atau hingga 200-300 ribu rupiah untuk satu set menu di restoran bagus.

Tapi satu yang menarik, air keran di Jepang sangat aman untuk diminum.

Tidak hanya di rumah, tapi di stasiun, taman kota, di berbagai fasilitas umum.

Itulah salah satu alasan hampir semua tempat makan di Jepang menyediakan air minum dingin gratis.

Tidak butuh ongkos beli minum.

Sedikit beda saat makan di Jakarta yang terpaksa harus memesan air minum botol, es teh atau teh tawar jika tidak mau menahan rasa pedis setelah menyantap makanan bersambal.

Sehingga seorang teman bilang, jika ditotal harga sekali makan – minum di Jakarta tidak akan jauh beda dibanding di Tokyo.

Meski banyak vending machine dan minimarket menjual air minum kemasan, bukan berarti air keran rumah tidak aman untuk diminum.

Jutaan warga Tokyo minum langsung dari keran.

Bisa diminum karena punya standar aturan ketat proses penjernihan, sistem jaringan infrastruktur pipa air modern dan terkontrol.

Air keran Tokyo diawasi berdasar standar ketat oleh Biro Pengairan Pemerintah Metropolitan Tokyo dan harus memenuhi berbagai standar kualitas air layak dan aman komsumsi langsung.

Rasa air minum di Jepang juga terasa lebih ‘soft’ karena pH dan kandungan mineral rendah.

Masih bisa dihitung dengan jari negara didunia dimana warganya bisa langsung minum dari keran.

Jika rata rata sehari kita membutuhkan dua liter air atau 8 gelas perhari, bisa minum dari keran dimana saja tanpa membeli adalah sebuah penghematan, anugrah, kenikmatan sekaligus kemewahan yang belum bisa disediakan sebagian besar negara di dunia. Termasuk negara kita.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.