Cara Ajaib untuk Fokus Membaca, Mahasiswa Asal Banjarmasin Bocorkan Rahasianya
M.Risman Noor September 04, 2026 10:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Secara umum, Meisyifa Abdillah sangat menikmati dunia literatur.

Bahan bacaan baginya menjadi bagian hiburan, salah satunya menyukai fiksi populer macam novel berlatar kehidupan sekolah yang menyenangkan. 

"Namun, minat baca utama saya sebenarnya terletak pada buku-buku pengembangan diri dan strategi menuju sukses," ujar mahasiswa dan Owner Es Jadul Sultan Premium ini.

Selain itu, gadis kelahiran Banjarmasin, 30 Mei 2008 ini, punya ketertarikan mendalam pada topik yang lebih kritis yaitu teori konspirasi serta sisi lain sejarah Indonesia yang belum banyak terungkap ke permukaan. 

"Menurut saya, menggali narasi-narasi sejarah yang tak populer selalu memberikan perspektif baru yang sangat menarik," katanya. 

Koleksi buku dimiliki Meisyifa cukup beragam dan punya daya tarik masing-masing. Di kategori fiksi didominasi novel mulai dari seri lengkap Harry Potter, juga hampir semua buku karya Tere Liye hingga buku-buku yang berawal dari Wattpad dan Alternate Universe (AU). 

Baca juga: CAT Petugas Haji Kalsel Digelar Besok, Kemenhaj Ingatkan Ketentuan Ini

Baca juga: Sejumlah Desa di Balangan Mulai Kesulitan Dapatkan Air Bersih, BPBD Bergerak Distribusikan Air 

"Saya sengaja mengoleksi versi cetaknya karena selalu ada cerita tambahan eksklusif yang tidak ada di versi online," kata mahasiswi Universitas lambung Mangkurat ini.

Selain fiksi, Meisyifa punya koleksi yang fokus pada pengembangan diri dan strategi kesuksesan.

Satu kategori khusus yang sangat ia sukai, yaitu buku-buku teori konspirasi dan sejarah alternatif seperti konspirasi agama, dinamika bagaimana bumi bekerja, hingga peristiwa sejarah yang tidak banyak dipublikasikan ke umum.

"Saya sangat menikmati membahas teori-teori yang belum terbukti kebenarannya ini, bukan untuk langsung memercayainya, melainkan sebagai latihan berpikir kritis dan eksplorasi sudut pandang yang unik," ungkapnya.

Meisyifa yang punya moto; work hard in silence, let your success be your noise, mengaku terkesan dengan buku berjudul The Secret History of the World karya Jonathan Black.

"Buku ini memberikan dampak besar karena berhasil membuka cara pandang baru tentang bagaimana sejarah dunia dibentuk," alasannya. 

Jonathan Black menyajikan narasi sejarah dari sudut pandang tradisi esoteris dan masyarakat rahasia hal-hal yang biasanya tidak pernah diajarkan di sekolah atau narasi arus utama.

"Yang paling membuat saya terkesan adalah bagaimana buku ini mengajak kita menantang pemikiran konvensional dan melatih logika kritis," tukasnya.

Membaca karya ini rasanya seperti menyusun kepingan teka-teki sejarah yang selama ini tersembunyi, sehingga memberikan pengalaman membaca yang sangat memuaskan.

Mengenai awal suka membaca, warga Jl Sungai Andai, Banjarmasin ini, menyukai buku sejak SD. Buku pertama yang ia baca adalah Reach Your Dreams by Wirda Mansur.

"Bagi saya, membaca bukan cuma soal apa yang dibaca, tapi juga tentang suasana. Saya paling menikmati waktu membaca di malam hari terutama di perpustakaan yang tenang, karena rasanya seperti punya ruang sendiri untuk fokus," katanya.

Tapi momen membaca yang paling berkesan buat Meisyifa itu ada dua, saat perjalanan panjang di dalam mobil misal waktu mudik, dan ketika hujan turun. 

"Suara gemericik air hujan atau ritme perjalanan yang panjang selalu punya cara ajaib untuk bikin fokus saya meningkat berlipat-lipat. Suasana seperti itu yang bikin pengalaman membaca terasa sangat magis," tukasnya.

Secara durasi harian, ia tidak punya target membaca yang kaku karena lebih suka membaca di waktu luang misal saat liburan agar bisa benar-benar immersed dan khidmat menikmati jalannya cerita.

Saya tipe pembaca marathon, begitu mulai dan sudah tertarik dengan satu buku, saya cenderung ingin menyelesaikannya secepat mungkin. 

Baca juga: Karhutla di Kotabaru Kalsel Makin Menjadi, Sejumlah Kawasan Sempat Diselimuti Asap

Sebagai gambaran, satu novel tebal seperti Harry Potter biasanya bisa ia tuntaskan dalam waktu lima hari sampai satu minggu.

"Bagi saya, manfaat membaca itu sangat terasa di dua sisi. Dari segi pikiran, membaca memberi saya perspektif baru terutama saat menggali sejarah dan strategi sukses, itu benar-benar melatih cara berpikir saya jadi lebih kritis," terangnya.

Tapi dari segi perasaan, membaca adalah bentuk self-care. Momen membaca di tengah hujan, perjalanan jauh, atau di perpustakaan malam hari itu memberikan ketenangan jiwa yang luar biasa. Ada kepuasan tersendiri saat bisa tenggelam dalam sebuah buku sampai selesai

Urusan beli buku, saya biasanya membeli buku secara spontan tapi tetap beralasan paling sering kalau sedang keracunan' rekomendasi di media sosial. 

Ketika melihat review atau bedah buku yang menarik dari orang-orang yang sudah membacanya, rasa penasaran langsung terpancing.

Jadi, ia tidak punya jadwal rutin bulanan untuk beli buku. Momen terbanyak berburu buku adalah saat menemukan rekomendasi yang pas dengan kriteria favoritnya atau saat mendekati waktu liburan sebagai persiapan bacaan.

"Saya jauh lebih dominan berbelanja secara online, terutama memesan langsung melalui penulisnya. Bagi saya, ada pengalaman yang sangat berkesan ketika membeli karya langsung dari sang penulis," tukasnya.

Selain kepuasan emosional karena bisa mendukung penulis secara langsung, biasanya ada nilai tambah berupa freebies khusus atau merchandise eksklusif yang memang tidak dijual di toko buku umum. Hal-hal kecil seperti itu bikin proses mengoleksi bukunya terasa jauh lebih istimewa. 

Puaskan Rasa Ingin Tahu

MEISYIFA adalah sosok yang suka berkompetisi, tak heran jika ia banyak meraih prestasi semasa sekolah antara lain lomba bahasa, cerdas cermat, bahkan lomba memasak macam master chef Best hingga juga tata rias.

Gadis ini juga pandai menari sehingga terpilih menjadi salah satu dari 30 Penari Radap Rahayu di bawah naungan Dinas Kebudayaan Banjarmasin 2026

Urusan membaca, Meisyifa punya beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan teman-teman agar betah membaca.

Pertama, kuasai ruang dan suasana (aet the atmosphere). Vibe adalah segalanya. Jangan pernah memaksa membaca di tempat yang tidak estetis atau mengganggu ketenanganmu. 

"Kunci dari betah membaca adalah menciptakan ruang privasimu sendiri," ujarnya.

Elemen pengunci fokus. Nyalakan lilin aromaterapi beraroma white floral, matikan notifikasi ponsel, dan ciptakan ambience yang membuat orang lain segan untuk mengganggumu. Saat kamu menciptakan batasan, fokusmu otomatis meningkat.

Kedua, punya standar bacaan yang jelas (high standards). Tinggalkan buku yang membosankan: 

Baddie rule #1: Waktumu terlalu berharga untuk dihabiskan pada buku yang tidak memberi kepuasan intelektual atau emosional.. Jika dalam 50 halaman buku itu gagal memikatmu, drop it immediately.

"Baca apa yang kamu suka, Mau itu novel fiksi, alternate universe, hingga teori konspirasi paling liar sekalipun, miliki preferensimu dengan percaya diri. Kamu membaca untuk memuaskan rasa ingin tahumu, bukan untuk validasi orang lain," kata Meisyifa.

Perlakukan membaca sebagai momen self-care mewah, bukan beban, tapi hak istimewa.

Ubah cara pandangmu. Membaca bukan tugas, melainkan momen recharge paling privat dan berkelas yang kamu miliki.

Manfaatkan momen ikonik, cari waktu-waktu terbaik misal saat hujan turun, perjalanan jauh, atau larut malam. Menikmati buku di tengah suasana hening sambil mengamati dunia luar adalah bentuk kemewahan tersendiri.

Jangan hitung waktu, kejarlah aensasi immersed. Fokus pada kualitas, bukan angka. Pembaca yang cerdas tidak peduli pada target jam baca harian. Fokuslah untuk benar-benar tenggelam (marathon reading) ketika kamu memiliki waktu luang. Saat kamu sudah tenggelam dalam cerita, waktu jam berjalan tidak akan terasa lagi. (banjarmasinpost.co.id/salmah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.