‘Terlihat sudah selesai’: Bos La Liga ungkap kegagalan Arsenal pada hari terakhir bursa untuk merekrut penyerang muda berbakat
Rina Kusumawati September 05, 2026 01:39 AM

Bos Racing Santander mengklaim The Gunners sudah berada dalam pembicaraan lanjutan untuk merekrut Pablo Garcia.

Arsenal gagal menuntaskan langkah pada hari terakhir bursa transfer untuk mendatangkan Pablo Garcia dari Real Betis sebelum akhirnya kalah bersaing dengan Racing Santander, demikian klaim direktur olahraga klub La Liga tersebut.

Dari luar, penutupan bursa transfer Arsenal pada Selasa malam tampak berjalan cukup tenang. Proses resmi kepergian Gabriel Martinelli telah dirampungkan, Gabriel Jesus hengkang ke Barcelona, dan Ethan Nwaneri menyelesaikan kepindahan pinjaman ke Borussia Dortmund. Sempat ada kaitan dengan Julian Alvarez dari Atletico Madrid, tetapi tidak pernah ada tawaran yang benar-benar diajukan.

Namun, tampaknya klub mungkin memiliki lebih banyak rencana yang sedang dijalankan daripada yang semula terlihat.

Sudah diketahui luas bahwa klub ingin terus menambah daya gedor di lini serang hingga hari-hari terakhir bursa, dan Garcia, pemain sayap kanan Racing Santander, tampaknya muncul sebagai target terlambat.

Garcia yang berusia 20 tahun juga mengalami akhir bursa yang emosional, ketika klub masa kecilnya, Real Betis, menjualnya ke Santander hanya dengan nilai £4.3m, kesepakatan yang membuat sang pemain meneteskan air mata. Betis mempertahankan klausul penjualan kembali sebesar 20 per cent.

Menurut The Athletic, ia juga sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Hull dan Olympiacos, dan direktur olahraga Santander, Chema Aragon, kini mengklaim timnya mengalahkan minat dari Arsenal untuk mendapatkan jasa sang pemain.

“Terlihat seperti semuanya sudah selesai dengan Arsenal, lalu kami juga masuk dengan skema pinjaman,” katanya dalam konferensi pers pada Rabu. “(Pada Selasa) situasinya berubah, dan yang semula tampak sebagai pinjaman berubah menjadi kesepakatan kepemilikan bersama.”

Garcia, yang berasal dari Sevilla, meninggalkan Betis setelah membela klub itu sejak usianya baru enam tahun.

Ia menembus tim utama musim lalu, tampil dalam 25 pertandingan tetapi hanya mampu mencetak dua gol.

Terlepas dari emosinya yang jelas saat meninggalkan Betis, dilaporkan bahwa ia mendorong kepindahan tersebut demi meningkatkan peluang bermainnya di tim utama.

Belum jelas seberapa besar peran yang akan ia jalani di Arsenal andaikan transfer itu terwujud, karena ia akan memulai musim di bawah Bukayo Saka dan Noni Madueke dalam urutan pilihan, serta rekrutan musim panas lainnya, Christos Tzolis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.