Sosok Johanis Pilat, Birokrat yang Kembali Dipercaya Mengawal Sangihe Sulut
Indry Panigoro September 05, 2026 01:22 PM

SANGIHE, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepercayaan kembali datang kepada Johanis Pilat.

Di tengah sejumlah agenda penting Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Johanis kembali dipercaya melanjutkan tugas sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda).

Pelantikan Johanis Pilat sebagai Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Tahuna, Jumat (4/9/2026).

Tahuna merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe sekaligus salah satu pusat aktivitas pemerintahan di wilayah kepulauan tersebut.

Dari Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, Tahuna berjarak sekitar 145-160 kilometer dalam garis lurus.

Jika ditempuh melalui jalur laut, perjalanan Manado-Tahuna berjarak sekitar 200 kilometer, tergantung rute dan pelabuhan yang digunakan.

Aula Rumah Jabatan Bupati berada di kawasan pusat pemerintahan Tahuna, tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Tahuna yang menjadi salah satu pintu utama mobilitas masyarakat menuju dan dari Sangihe.

Masa tugas Johanis Pilat sebagai Pj Sekda kini memasuki periode kedua, setelah pemerintah daerah memperpanjang masa jabatannya untuk tiga bulan berikutnya.

Bagi Johanis Pilat, periode kedua ini menjadi penanda bahwa keberadaannya masih dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan kerja birokrasi Sangihe.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menilai Johanis masih mampu melanjutkan tugas-tugas pemerintahan yang telah berjalan.

“Sehingga Penjabat Sekda yang sekarang dipandang mampu untuk melanjutkan tugas-tugas yang sudah berjalan,” ujar Thungari.

Kepercayaan tersebut diberikan ketika Pemkab Sangihe tengah menghadapi sejumlah pekerjaan penting, terutama proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 dan pembahasan perubahan APBD.

Posisi Sekda menjadi salah satu simpul penting dalam agenda tersebut karena membutuhkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar roda pemerintahan tetap berjalan.

Bukan Sekadar Jabatan

Periode kedua Johanis Pilat membawa tanggung jawab yang tidak ringan.

Ia harus memastikan koordinasi antarpemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah tetap berjalan di tengah tuntutan percepatan program dan kegiatan.

Bupati Michael Thungari bahkan secara khusus meminta seluruh kepala perangkat daerah membangun kerja sama yang baik dengan Pj Sekda.

Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi Johanis untuk menjaga soliditas birokrasi.

Thungari mengingatkan bahwa persoalan pribadi tidak boleh memengaruhi pekerjaan pemerintahan.

“Mungkin ada masalah-masalah pribadi bagi sebagian orang, tetapi ketika dalam pekerjaan kita harus menunjukkan profesionalisme yang tinggi,” tegasnya.

Johanis kini berada pada posisi untuk menerjemahkan pesan tersebut ke dalam kerja birokrasi sehari-hari.

Berhadapan dengan Agenda Anggaran

Tugas Johanis juga akan bersinggungan langsung dengan agenda percepatan pekerjaan pemerintah daerah.

Pemkab Sangihe tengah mempersiapkan perubahan APBD, sementara penyusunan APBD 2027 juga menjadi pekerjaan penting yang harus dikawal.

Thungari meminta OPD yang telah memiliki paket pekerjaan untuk mulai mempersiapkan proses tender sejak dini.

“Kita dikejar waktu. Yang memiliki paket pekerjaan sudah bisa menyiapkan tendernya dari sekarang, sehingga ketika anggaran turun langsung bisa berjalan,” kata Thungari.

Persiapan juga diminta dilakukan terhadap kegiatan pengadaan agar tidak terjadi keterlambatan ketika anggaran telah tersedia.

“Sehingga ketika anggaran turun juga langsung bisa terealisasi,” tandasnya.

Perpanjangan masa tugas Johanis Pilat akhirnya menempatkan dirinya kembali sebagai salah satu figur penting dalam mesin pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Tiga bulan ke depan menjadi ruang bagi Johanis untuk membuktikan bahwa keputusan memperpanjang masa tugasnya bukan sekadar pilihan administratif.

Tentang Tahuna 

Dari Tahuna, perjalanan menuju sejumlah kecamatan di Sangihe membutuhkan waktu dan jarak yang berbeda.

Manganitu berada sekitar 20–25 kilometer, Tamako sekitar 30 kilometer, Tabukan Utara sekitar 30-40 kilometer, sementara Kendahe berjarak sekitar 40–50 kilometer melalui jalur darat.

Letak Tahuna sebagai pusat pemerintahan membuat berbagai keputusan dan agenda administratif Kabupaten Kepulauan Sangihe banyak berlangsung di kawasan ini.

Termasuk pelantikan Johanis Pilat yang kembali dipercaya mengemban tugas sebagai Pj Sekda untuk periode kedua.

Di tengah karakter Sangihe sebagai daerah kepulauan dengan wilayah pemerintahan yang tersebar, posisi Sekda menjadi penting dalam menjaga koordinasi ant perangkat daerah agar roda pemerintahan tetap berjalan hingga ke wilayah kecamatan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.