TRIBUNWOW.COM - Aipda Asep Sumantri, mantan ajudan Dedi Mulyadi, menjadi sorotan setelah mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pemalakan sambil membawa senjata tajam di sebuah minimarket di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026) malam.
Pria tersebut diketahui bernama Aditia Rijki Saputra. Ia kini telah diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan aksi premanisme.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah minimarket di Jalan Ipik Gandamanah, Kabupaten Purwakarta. Saat kejadian, Asep mengaku didatangi pria yang meminta uang Rp100 ribu.
Asep menolak permintaan tersebut dan memilih tidak menanggapinya. Setelah selesai berbelanja dan menuju mobil, pria itu disebut terus mengikuti Asep hingga mengetuk kaca kendaraan sambil kembali meminta uang.
Asep kemudian melihat sebuah tas yang dibawa pria tersebut. Menurut Asep, terdapat benda yang menyerupai senjata tajam jenis samurai di dalam tas itu.
“Saya lihat di tasnya itu ada sebilah kayak senjata samurai. Oh berarti bawa senjata. Kemudian saya turun terus itu saya lumpuhkan,” ujar Asep kepada Tribunjabar.id, Jumat (4/9/2026).
Asep kemudian mengajak pria tersebut kembali masuk ke minimarket sebelum mengamankannya. Ia memilih lokasi tersebut karena terdapat kamera CCTV yang dapat merekam kejadian.
Menurut Asep, sebagai anggota kepolisian, dirinya harus berhati-hati saat mengambil tindakan. Ia khawatir tindakannya dapat disalahartikan apabila hanya dilihat dari rekaman yang beredar di media sosial.
Setelah diamankan, pria tersebut digeledah. Polisi menemukan benda yang diduga merupakan senjata tajam jenis samurai serta sejumlah barang lainnya.
Asep juga mengatakan mendapat informasi bahwa pria tersebut sebelumnya diduga meminta uang kepada sejumlah orang di sekitar minimarket.
Menurut Asep, sasaran dugaan pemalakan antara lain kasir minimarket, pengunjung, pedagang kaki lima, serta warga yang sedang duduk dan minum kopi di sekitar lokasi.
“Selain saya, masyarakat pun mengakui bahwa diminta uang. Kemudian kasir Indomaret juga diminta uang dan barang, kemudian UMKM yang ada di situ seperti tukang martabak, tukang roti bakar dimintai uang dan pengunjung dimintai uang, termasuk yang sedang ngopi di situ,” ujar Asep.
Sedikitnya lima orang disebut menjadi sasaran dugaan pemalakan pada malam tersebut. Asep mengatakan sejumlah warga sebelumnya tidak berani melawan karena mengetahui pria tersebut diduga membawa senjata tajam.
Asep diketahui merupakan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta. Meski tidak mengenakan seragam dinas lengkap, ia mengatakan merasa memiliki kewajiban untuk bertindak sebagai anggota kepolisian demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Setelah diamankan, Aditia disebut sempat mengancam akan melaporkan Asep kepada Dedi Mulyadi. Asep memang diketahui pernah menjadi ajudan Dedi Mulyadi ketika menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta masih memeriksa Aditia Rijki Saputra untuk mendalami dugaan aksi premanisme. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan pria tersebut di lokasi lain di wilayah Kabupaten Purwakarta. (*)