Kuasa Hukum Sarwendah Kecewa Soal Nafkah Anak Ruben Onsu: Singgung Jutaan Ibu yang Berjuang Sendiri
Listusista Anggeng Rasmi September 05, 2026 01:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kuasa hukum Sarwendah mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan kuasa hukum Ruben Onsu terkait persoalan nafkah anak yang tengah menjadi sorotan.

Pernyataan tersebut dianggap menyudutkan Sarwendah, terutama setelah muncul ucapan yang mempertanyakan keistimewaan seorang ibu ketika memberikan nafkah kepada anaknya.

Pihak Sarwendah menilai pernyataan itu bukan hanya berkaitan dengan klien mereka, tetapi juga berpotensi menyinggung banyak ibu yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Kuasa hukum Sarwendah mengaku terkejut ketika mendengar pernyataan dari pihak Ruben Onsu yang mempertanyakan "apa istimewanya" seorang ibu menafkahi anak.

Menurut mereka, kalimat tersebut dinilai kurang pantas karena seorang ibu yang bekerja dan memenuhi kebutuhan anak seharusnya tidak dipandang sebelah mata.

"Iya. Eh, terkait nafkah itu ya kami juga sebenarnya ee pada saat melihat ee tayangan tersebut memang kami cukup ee kaget gitu ya. Karena memang apa yang disampaikan oleh kuasa hukum RU terkait bahwa apa istimewanya seorang ibu menafkahi anak itu kami cukup kaget," ujar kuasa hukum Sarwendah.

Ia kemudian menjelaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menyangkut Sarwendah.

Baca juga: Dikira Senang saat Ruben Onsu Jadi Tersangka, Padahal Sarwendah Juga Ikut Pusing Khawatir Berdampak

KABAR ARTIS - Sarwendah saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
KABAR ARTIS - Sarwendah saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026). (Grid.id/Ragillita Desyaningrum)

"Karena begini, ucapan tersebut tidak hanya menyinggung klien kami, tapi bayangkan ucapan tersebut juga menyinggung jutaan ibu yang memang bekerja keras sendiri tanpa bantuan pihak lain. Harus bangun pagi, menyiapkan makanan, menyiapkan segalanya untuk keperluan anak-anaknya," lanjutnya.

Pihak Sarwendah menilai perjuangan seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan anak seharusnya mendapatkan penghargaan, bukan justru dianggap sebagai sesuatu yang tidak istimewa.

"Lalu kemudian mendengar ucapan tersebut, kami rasa itu ucapan yang kurang pantaslah ya. Dan itu juga bisa kami bilang meremehkan untuk ibu yang memang berjuang begitu loh, untuk anak-anaknya," katanya.

Sarwendah Disebut Membiayai Anak Selama Delapan Bulan

Dalam pernyataannya, kuasa hukum Sarwendah juga menyinggung persoalan nafkah anak yang disebut telah menjadi polemik antara kedua belah pihak.

Mereka menyebut Sarwendah selama delapan bulan harus membiayai kebutuhan anak-anaknya.

"Jadi memang ee itulah yang dilakukan oleh klien kami sebagai seorang ibu yang memang dia berjuang dan memang faktanya tidak dinafkahi sudah 8 bulan sampai hari ini ya," ujarnya.

Menurut pihak Sarwendah, kliennya tidak pernah meminta penghargaan atau ucapan terima kasih karena telah memenuhi kebutuhan anak-anak.

"Klien kami tidak pernah meminta tepuk tangan, meminta terima kasih atau segala macamnya dari publik kok. Tapi kemudian diremehkan seperti itu," katanya.

Ia kembali menegaskan bagian pernyataan yang dianggap menjadi persoalan.

"Ingat kata-katanya, garis bawahi. Apa istimewanya, apa istimewanya seorang ibu menafkahi anak? Kami sangat-sangat kecewa dengan adanya itu ya," ujarnya.

KASUS RUBEN ONSU - Kronologi Ruben Onsu jadi tersangka penipuan dan penggelapan, berawal dari iming-iming investasi hingga berujung dilaporkan ke polisi.
KASUS RUBEN ONSU - Kronologi Ruben Onsu jadi tersangka penipuan dan penggelapan, berawal dari iming-iming investasi hingga berujung dilaporkan ke polisi. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Soal Nafkah Disebut Awalnya karena Protes

Selain menyoroti pernyataan mengenai peran ibu, kuasa hukum Sarwendah juga mempertanyakan alasan penghentian transfer nafkah yang disebut-sebut terjadi dalam persoalan tersebut.

Pihak Sarwendah mengklaim terdapat jejak digital berupa pernyataan dari pihak kuasa hukum Ruben Onsu yang sebelumnya menyebut persoalan nafkah berkaitan dengan bentuk protes.

Menurut mereka, pada sekitar akhir Mei hingga awal Juni, pernah disampaikan bahwa Ruben tidak melakukan kewajibannya karena ada hak yang dianggap tidak dipenuhi oleh pihak Sarwendah.

"Jadi sebenarnya tidak mentransfer nafkah itu karena memang ee bentuk protes dan menahan hak dari anak-anak. Ingat nafkah itu adalah kewajiban seorang ayah untuk menafkahi anaknya dan itu adalah hak anak-anaknya," kata kuasa hukum Sarwendah.

Ia menilai alasan tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan mengenai perincian biaya.

"Lalu kemudian di tengah jalan diungkitlah masalah-masalah bahwa tidak ada perincian katanya menunggu perincian loh ini. Jadi sebenarnya gimana sih?" ujarnya.

Pihak Sarwendah pun mempertanyakan perubahan alasan tersebut di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

Mereka bahkan menduga persoalan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi hukum masing-masing pihak.

"Ini kami melihat patut diduga ini merupakan satu bentuk strategi-strategi hukum yang mungkin memang dilakukan oleh kuasa hukum RU supaya bisa terlepas dari adanya ee cela hukum atau kesalahan atau pelanggaran hukum dari pihak RU sendiri," katanya.

(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.