Orangtua Khawatir Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siswa SDN Teluk 1 Tak Masuk Sekolah
Vega Dhini September 05, 2026 02:07 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sejumlah orangtua siswa SDN Teluk 1, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, memilih tidak mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah pada Sabtu (5/9/2026).

Keputusan tersebut diambil karena orangtua khawatir dengan kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang dilaporkan terus mengalami erupsi sejak malam hingga Sabtu pagi.

Kekhawatiran warga juga dipicu oleh getaran yang dirasakan cukup kuat hingga ke dalam rumah.

Mereka khawatir kejadian tersebut berkaitan dengan potensi bencana tsunami seperti yang terjadi pada 2018 lalu.

Kepala SDN Teluk 1, Kecamatan Labuan, Jupri mengatakan, pihak sekolah pada Sabtu pagi tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena banyak orangtua yang memilih tidak mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah.

"Orangtua lebih khawatir sehingga anaknya tidak pergi ke sekolah. Untuk sampai kapan, kami belum bisa memastikan. Ini sebenarnya tidak diliburkan," kata Jupri, Sabtu (5/9/2026).

Jupri menjelaskan, tidak masuknya sebagian besar siswa merupakan inisiatif dari masing-masing orangtua.

Sementara itu, sebagian guru dan siswa lainnya tetap datang ke sekolah pada pagi hari.

Namun, hingga sekitar pukul 07.40 WIB, jumlah siswa yang hadir hanya sekitar 30 persen.

"Melihat anak-anak yang masuk sekolah hanya 30 persen, akhirnya kami pulangkan," ujarnya.

Jupri menambahkan, siswa yang tidak masuk sekolah karena kekhawatiran orangtua akan tetap mendapatkan dispensasi.

"Kalau kaitannya banyak anak tidak masuk sekolah, itu ada dispensasi. Ada juga imbauan dari Dinas Pendidikan ketika tidak sekolah, mereka ada dispensasi," katanya.

Menurut Jupri, kekhawatiran orangtua tidak terlepas dari pengalaman tsunami yang terjadi pada 2018 lalu.

Saat itu, tsunami menerjang sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Orangtua mungkin khawatir terulang kembali peristiwa tahun 2018. Saat itu tidak ada tanda-tanda, tahu-tahu terjadi tsunami senyap yang ternyata akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.