Gunung Anak Krakatau Meletus 121 Kali dalam Tiga Bulan Terakhir
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 05, 2026 02:41 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda terbilang cukup tinggi sepanjang Juli hingga awal September 2026.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau 91 Kali Erupsi Selama Agustus, Paling Intens pada 17 dan 24 Agustus

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, gunung api tersebut tercatat mengalami sedikitnya 121 kali erupsi selama Juli hingga 5 September 2026.

Rinciannya, sebanyak 20 kali erupsi terjadi pada Juli, 91 kali pada Agustus, dan 10 kali erupsi tercatat pada September 2026 hingga Sabtu (5/9/2026).

Aktivitas erupsi kembali meningkat pada awal September. Dalam rentang Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami 10 kali erupsi dalam waktu kurang dari 24 jam.

Meski aktivitas vulkanik meningkat, kondisi masyarakat di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, masih aman dan warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepala Desa Tejang Pulau Sebesi, Syamsiar, mengatakan masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. "Alhamdulillah aman pak, masyarakat masih beraktivitas seperti biasa," kata Syamsiar, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan, suara erupsi Gunung Anak Krakatau masih terdengar hingga Pulau Sebesi. Namun, warga tidak merasakan adanya getaran maupun guncangan yang menyebabkan rumah bergetar.

"Kalau di Sebesi cuma suara saja, pak. Tidak sampai bergetar rumah masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan adanya peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Suwarno mengatakan erupsi terbaru terjadi pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB. "Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB. Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Suwarno.

Sebelumnya, pada Jumat (4/9/2026), Gunung Anak Krakatau juga beberapa kali mengalami erupsi. Erupsi tercatat pada pukul 04.11 WIB, 04.19 WIB, 04.28 WIB dan 05.46 WIB.

Kemudian aktivitas erupsi kembali terjadi pada malam hari, masing-masing pukul 22.03 WIB, 22.11 WIB, 22.42 WIB, 22.53 WIB dan 23.07 WIB.

Dengan demikian, terdapat sembilan kali erupsi pada 4 September 2026 dan satu erupsi pada 5 September 2026.

Pada erupsi pukul 05.46 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut," ujar Suwarno.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 27 detik. Aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah menunjukkan peningkatan sejak Juli 2026. Sepanjang Juli, tercatat 20 kali erupsi.

Aktivitas terbanyak terjadi pada 8 Juli dengan tujuh kali erupsi dalam sehari.

Kemudian pada 10 Juli tercatat lima kali erupsi. Erupsi juga terjadi pada 2, 3, 4, 7, 9, 11, 21 dan 25 Juli 2026.

Salah satu erupsi dengan kolom abu cukup tinggi terjadi pada 9 Juli. Saat itu, kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 mdpl. Agustus Jadi Bulan dengan Aktivitas Erupsi Terbanyak

Memasuki Agustus, aktivitas Gunung Anak Krakatau semakin intens. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 91 kali erupsi tercatat sepanjang Agustus 2026. Aktivitas erupsi paling padat terjadi pada 17 dan 24 Agustus, masing-masing sebanyak 21 kali dalam sehari.

Pada 24 Agustus, sejumlah erupsi menghasilkan kolom abu sekitar 200 hingga 400 meter di atas puncak. Salah satu erupsi pada pukul 20.44 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 mdpl.

Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 60 milimeter dan durasi mencapai 761 detik. Aktivitas tinggi kembali tercatat pada 26 Agustus dengan 15 kali erupsi.

Erupsi masih terjadi pada 27, 28 dan 31 Agustus meski jumlahnya tidak sebanyak hari-hari sebelumnya.

Awal September Kembali Meningkat

Memasuki September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan.

Hanya dalam dua hari, yakni 4 hingga 5 September 2026, tercatat 10 kali erupsi.

Sembilan erupsi terjadi pada 4 September, sedangkan satu erupsi terjadi pada 5 September pukul 00.01 WIB.

Dengan tambahan tersebut, total erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Juli hingga 5 September 2026 mencapai 121 kali.

Rekap Erupsi Gunung Anak Krakatau

  • Juli 2026: 20 kali erupsi
  • Agustus 2026: 91 kali erupsi
  • September 2026: 10 kali erupsi
  • Total Juli-5 September 2026: 121 kali erupsi

Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.

Masyarakat, nelayan, wisatawan dan pelaku pelayaran yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda diminta tetap meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi keselamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai radius yang telah ditetapkan.

Meski warga Pulau Sebesi saat ini masih dapat beraktivitas normal dan hanya mendengar suara erupsi, kondisi Gunung Anak Krakatau tetap perlu dipantau karena aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.

Dengan catatan 121 kali erupsi sejak Juli hingga 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau masih menjadi salah satu gunung api yang perlu mendapat perhatian, khususnya bagi masyarakat dan aktivitas pelayaran di sekitar perairan Selat Sunda.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.