Sepersekian detik mengubah segalanya! Mengapa penalti Kylian Mbappe ke gawang Real Betis tidak diulang meski Marc Bartra masuk ke kotak sebelum tendangan
Agus Firmansyah September 05, 2026 03:28 PM

Real Madrid menelan kekalahan pertama mereka musim ini dalam laga dramatis melawan Real Betis di La Cartuja, tetapi pembicaraan setelah pertandingan justru didominasi oleh satu momen kontroversial dalam pengambilan keputusan wasit. Meski muncul klaim bahwa Marc Bartra melakukan pelanggaran masuk area terlalu cepat saat penalti telat Kylian Mbappe, perangkat pertandingan dinilai tepat ketika tidak memerintahkan tendangan ulang.

Insiden penalti kontroversial di La Cartuja

Menit-menit akhir duel Real Madrid kontra Real Betis dipenuhi ketegangan tinggi ketika Alejandro Jose Hernandez Hernandez menunjuk titik putih pada menit ke-93. Setelah pelanggaran terhadap Vinicius Junior, Mbappe maju dengan peluang menyelamatkan satu poin bagi tim asuhan Jose Mourinho. Namun, bintang Prancis itu melihat eksekusinya digagalkan Alvaro Valles, yang menutup laga dengan penampilan individu yang luar biasa.

Sesaat setelah penyelamatan itu, pertanyaan langsung muncul dari bangku cadangan Madrid dan para pendukung mereka karena Marc Bartra terlihat sudah memasuki area penalti sebelum bola ditendang.

Sesuai laporan Mundo Deportivo, tayangan ulang menegaskan bahwa Bartra memang menjadi pemain pertama yang melanggar perimeter kotak penalti, dan dialah pemain yang pada akhirnya menyapu bola keluar menjadi sepak pojok setelah penyelamatan awal Valles. Berdasarkan hukum standar FIFA, jika pemain bertahan masuk terlalu cepat dan penalti tidak berbuah gol, maka tendangan seharusnya diulang apabila pemain tersebut kemudian memengaruhi permainan. Namun, sebuah detail teknis terkait posisi kaki Bartra pada momen persis saat kontak dengan bola menjadi faktor penentu dalam tinjauan VAR.

Mengapa aturan berpihak kepada Marc Bartra

Alasan utama penalti itu tidak diulang terletak pada detail sepersekian detik yang sangat kecil. Walau Bartra sudah melompat maju untuk mengantisipasi kemungkinan bola muntah, kedua kakinya ternyata belum benar-benar menyentuh rumput di dalam area penalti pada saat Mbappe melakukan kontak dengan bola.

Pada dasarnya, bek veteran itu sedang berada di udara, condong masuk ke dalam kotak penalti tetapi belum mendarat di dalamnya. Perbedaan ini sangat penting dalam interpretasi modern terhadap peraturan, karena pelanggaran masuk terlalu cepat umumnya dinilai dari titik kontak dengan permukaan lapangan, bukan dari kemiringan atau posisi tubuh pemain.

Dengan bertindak "cerdik" dan mengatur waktu lompatannya dengan sempurna, Bartra mampu memperoleh keuntungan posisi yang besar tanpa secara teknis melanggar aturan permainan. Hal itu membuatnya menjadi pemain pertama yang mencapai bola liar setelah Valles menepis tembakan, sehingga Mbappe tidak mendapat kesempatan kedua untuk menyambar bola pantul.

Real Madrid frustrasi oleh keputusan VAR

Drama penalti ini bukan satu-satunya momen ketika asisten wasit video memainkan peran besar dalam pertandingan tersebut. Sebelumnya pada malam itu, tim tamu sempat merasa mereka telah menemukan jalan kembali ke dalam laga melalui pemain pengganti Carlos Espi.

Penyerang muda yang masuk menggantikan Federico Valverde itu menciptakan momen brilian hanya lima menit setelah turun ke lapangan. Namun, teknologi video menganulir gol indah yang dicetak Espi karena offside tipis dalam rangkaian proses serangan, yang semakin menambah frustrasi bagi pasukan Mourinho.

Akhir dari rentetan kemenangan Mourinho

Kekalahan ini menjadi penghentian momentum yang signifikan bagi Real Madrid yang sebelumnya terlihat sangat tangguh. Pertandingan di La Cartuja memperlihatkan Los Blancos menguasai bola dalam sebagian besar fase permainan, tetapi mereka tidak mampu menemukan sentuhan klinis di sepertiga akhir lapangan.

Hasil tersebut menjadi kekalahan resmi pertama musim ini bagi Real Madrid, sekaligus mengakhiri rangkaian tiga kemenangan beruntun mereka di La Liga. Momen ini terasa sangat tidak ideal karena klub kini bersiap menyambut dimulainya kampanye Liga Champions mereka pada Selasa depan. Keputusan taktis Mourinho, termasuk keputusan mengejutkan mencadangkan Bernardo Silva dari susunan pemain inti untuk pertandingan kedua secara beruntun, kemungkinan besar akan mendapat sorotan tajam dari pers Spanyol dalam beberapa hari ke depan saat tim berusaha bangkit dari kemunduran ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.