Warga Solo Raya Masuk Data Penerima Bansos Terindikasi Judol? Ini Cara Agar Bisa Dapat Bantuan Lagi
Rifatun Nadhiroh September 05, 2026 04:32 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemerintah terus melakukan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos), termasuk menindaklanjuti data penerima manfaat yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online atau judol.

Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini masih melakukan pendalaman terhadap data tersebut. Penerima manfaat yang merasa namanya masuk dalam data terindikasi judi online juga diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, data penerima bansos yang terindikasi bermain judi online diperoleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Jumlahnya disebut mencapai lebih dari 1,4 juta penerima bansos. Namun, Kemensos masih melakukan penyisiran untuk memastikan aktivitas transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat yang bersangkutan.

“Dari data yang kita terima dari PPATK, kita dalami, kemudian kita sisir, dan kita terus berusaha memastikan bahwa penerima bansos yang terindikasi main judi online, kita beri kesempatan untuk melakukan klarifikasi,” kata Gus Ipul, Kamis (3/9/2026).

Data Judol Tidak Selalu Dilakukan Penerima Bansos

Gus Ipul menjelaskan, munculnya nama penerima bansos dalam data yang terindikasi aktivitas judi online tidak selalu berarti transaksi tersebut dilakukan oleh orang yang tercatat sebagai penerima manfaat.

Salah satu persoalannya adalah anggota keluarga yang masih berada dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Dalam satu KK, penerima manfaat yang tercatat sebagai pengurus bisa berbeda dengan anggota keluarga lainnya.

Aktivitas transaksi yang terdeteksi dapat saja dilakukan oleh suami, istri, anak, maupun cucu yang masih tercatat dalam KK yang sama.

“Jadi yang pengurus itu adalah penerima manfaat yang tertera dalam rekening penerima bansos. Sementara yang bukan pengurus itu adalah keluarganya, bisa suami, bisa istri, atau bisa anak-anaknya, atau cucunya yang satu KK,” jelas Gus Ipul.

Karena itu, Kemensos masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjelaskan kondisi sebenarnya sebelum data tersebut ditindaklanjuti.

Cara Cek Status Penerima Bansos

Bagi masyarakat di Solo Raya maupun daerah lainnya yang ingin memastikan status penerima bansos, pengecekan dapat dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pengecekan dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.

Data penerima manfaat yang ditampilkan bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Saat melakukan pengecekan, masyarakat perlu memastikan NIK yang dimasukkan terdiri dari 16 digit dan sesuai dengan data pada KTP.

Setelah memasukkan NIK dan kode keamanan yang tersedia, masyarakat dapat memilih tombol “CARI DATA” untuk melihat informasi penerima manfaat.

Jika terdapat informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan koreksi atau klarifikasi melalui jalur yang telah disediakan pemerintah.

Cara Koreksi Data Bansos yang Bermasalah
Kemensos membuka sejumlah kanal bagi masyarakat yang ingin memperbaiki data sosial ekonomi dalam DTSEN.

Koreksi dapat dilakukan melalui beberapa jalur, yakni:

WhatsApp Center: 08877-171-171
Command Center: 171
Aplikasi Cek Bansos
Pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa atau kelurahan
Dinas sosial
Untuk pengajuan melalui jalur formal di tingkat desa atau kelurahan, proses pemutakhiran dilakukan menggunakan aplikasi SIKS-NG.

Data yang diajukan kemudian dapat diteruskan secara berjenjang ke dinas sosial kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Sosial dan selanjutnya diproses sesuai mekanisme pemutakhiran data.

“Ini adalah mekanisme harian yang bisa digunakan oleh kita semua, baik jalur formal maupun jalur partisipasi,” ujar Gus Ipul.

Bagaimana Jika Terindikasi Judol karena Anggota Keluarga?

Masyarakat yang namanya tercatat sebagai penerima bansos tetapi merasa tidak pernah melakukan aktivitas judi online tetap dapat menggunakan kesempatan klarifikasi.

Hal ini terutama penting apabila aktivitas transaksi yang menjadi dasar penelusuran ternyata dilakukan anggota keluarga lain yang masih tercatat dalam satu KK.

Kemensos masih melakukan verifikasi untuk memastikan pihak yang melakukan aktivitas tersebut sekaligus mencocokkannya dengan data penerima manfaat.

Namun, proses klarifikasi tidak serta-merta membuat bantuan sosial langsung kembali diberikan.

Data yang telah dikoreksi tetap harus melalui proses pemeriksaan dan pemutakhiran sesuai ketentuan program bansos yang berlaku.

Apakah Bansos Bisa Didapatkan Lagi?

Tidak ada keterangan bahwa penerima bansos yang terindikasi judi online otomatis kehilangan hak mendapatkan bantuan untuk selamanya.

Kemensos justru masih melakukan pendalaman dan memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk melakukan klarifikasi.

Karena itu, masyarakat yang merasa datanya bermasalah perlu memastikan seluruh informasi yang tercatat dalam DTSEN sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Data identitas dan NIK;
  • Kondisi anggota keluarga;
  • Status sosial ekonomi;
  • Data kepesertaan atau penerima manfaat;
  • Informasi lain yang tercatat dalam DTSEN.
  • Jika ditemukan kesalahan, masyarakat dapat mengajukan koreksi melalui kanal resmi yang tersedia.

Setelah proses koreksi dilakukan, penetapan kembali sebagai penerima bansos tetap bergantung pada hasil pemutakhiran data dan persyaratan masing-masing program bantuan.

Data Penerima Bansos Bisa Diperbarui

Gus Ipul menegaskan, pemutakhiran DTSEN dilakukan secara berkala sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki data yang tidak sesuai.

Untuk data penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemutakhiran dilakukan setiap bulan. Sementara itu, data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako dimutakhirkan setiap tiga bulan.

“Karena ini sifatnya bulanan atau tiga bulanan, jadi sebenarnya masih sangat bisa diperbaiki, dan bisa dikoreksi,” kata Gus Ipul.

Dengan demikian, bagi warga Solo Raya yang menemukan persoalan pada data bansos, langkah yang dapat dilakukan bukan hanya menunggu status bantuan berubah.

Masyarakat sebaiknya mengecek data secara berkala, mengajukan klarifikasi apabila merasa terjadi kekeliruan, memperbaiki data melalui kanal resmi, dan memantau kembali hasil pemutakhiran.

Terutama jika indikasi judi online ternyata berkaitan dengan transaksi anggota keluarga lain dalam satu KK, klarifikasi menjadi langkah penting agar pemerintah dapat mencocokkan data dengan kondisi yang sebenarnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.