Maulid Nabi di Lamongan, Warga Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
Titis Jati Permata September 05, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Lamongan, Jumat (4/9/2026) malam, menjadi momentum untuk mengajak masyarakat tidak berhenti pada perayaan kelahiran Rasulullah.

Pengasuh Pesantren Raudlatuth Thalibin Leteh Rembang, KH Syarofuddin Ismail Qoimas, justru mengajak jamaah menjadikan Maulid sebagai titik awal memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan.

Keteladanan Nabi harus diwujudkan melalui akhlak, baik dalam keluarga, lingkungan sosial maupun kehidupan bermasyarakat.

Cinta Rasul Harus Terlihat dari Perilaku

KH Syarofuddin mengatakan Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, kehidupan keluarga hingga hubungan dengan sesama manusia.

"Sesungguhnya pada diri Rasulullah adalah contoh yang baik," katanya, dikutip SURYA.co.id.

Baca juga: Tradisi Maulid di Lamongan, Warga Sedekah 25 Kambing untuk Hidangan

Karena itu, ia mengingatkan jamaah agar peringatan Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

"Kalau mengaku cinta kepada Rasulullah, maka mari kcontoh akhlak beliau. Jangan hanya memperingati Maulid, tetapi setelah Maulid selesai, akhlak kita kembali seperti sebelumnya," pesan KH Syarofuddin.

Ia mengajak jamaah memulai keteladanan tersebut dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.

Hubungan suami dan istri, orang tua dan anak, maupun antaranggota keluarga, menurutnya, harus dibangun dengan kasih sayang, kesabaran dan sikap saling menghormati.

Rajin Ibadah Harus Diiringi Peduli Tetangga

Keteladanan Rasulullah juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial.

KH Syarofuddin mengingatkan agar seseorang tidak hanya baik dalam menjalankan ibadah pribadi, tetapi juga menjaga hubungan dengan tetangga dan masyarakat di sekitarnya.

"Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk berbuat baik kepada sesama. Jangan sampai kita merasa paling baik sendiri, sementara tetangga kita tidak kita pedulikan," ujarnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dari akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW.

Sikap jujur, amanah, sabar, rendah hati dan peduli harus menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan, termasuk ketika menjalankan pekerjaan dan menerima amanah.

Di Era Media Sosial, Lisan Harus Dijaga

Pesan tentang menjaga akhlak juga dikaitkan dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

KH Syarofuddin mengingatkan jamaah agar berhati-hati dalam menggunakan lisan maupun menyampaikan informasi melalui media sosial.

Banyak persoalan di masyarakat, kata dia, dapat berawal dari ucapan yang tidak dijaga.

Karena itu, masyarakat diminta menghindari fitnah, tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, serta tidak mudah mencela dan merendahkan orang lain.

Ia menilai pesan tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.

Setiap informasi yang diterima sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum diteruskan kepada orang lain.

Maulid Jadi Momentum Perkuat Kerukunan

KH Syarofuddin juga mengajak masyarakat Lamongan menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.

Menurutnya, persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan dengan cara yang baik dan mengedepankan kasih sayang.

"Mari kita jaga persaudaraan. Kalau ada persoalan, diselesaikan dengan baik. Rasulullah mengajarkan kasih sayang dan persaudaraan," tuturnya.

Ia menilai kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik.

Pembangunan juga membutuhkan masyarakat yang memiliki akhlak, kepedulian dan semangat kebersamaan.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Bupati Lamongan Ajak Warga Refleksi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, jajaran Pemkab Lamongan, ulama, tokoh agama, pengurus Masjid Agung Lamongan dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Yuhronur mengatakan Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan refleksi sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

"Melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini kita akan dapat merefleksikan diri, ambil hikmah dari setiap perjalanan beliau untuk kita jadikan teladan," ujar Yuhronur di hadapan jamaah.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Lamongan, masyarakat dan berbagai pihak, termasuk pengurus Masjid Agung Lamongan.

Menurutnya, kerja sama tersebut ikut mendukung terciptanya kondisi Lamongan yang aman, tertib dan kondusif.

"Berkat kerja sama yang baik antara pemerintah daerah Lamongan dengan masyarakat dan berbagai pihak termasuk pengurus Masjid Agung Lamongan ini, situasi di Lamongan dapat tercipta dengan baik, aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Yuhronur, memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah, bekerja dan beraktivitas dengan nyaman.

Ia berharap kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga sehingga peningkatan kesejahteraan dapat berjalan beriringan dengan kehidupan sosial dan keagamaan.

"Semoga dengan semua yang kita lakukan ini, dengan kebersamaan kita semua, Lamongan dapat semakin baik, semua masyarakatnya sejahtera, dan Lamongan menjadi daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.