TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Kesenian khas Kabupaten Trenggalek, Turonggo Yakso, bakal membawa nama daerah hingga ke panggung internasional.
Kesenian yang lekat dengan budaya masyarakat Trenggalek itu mendapat kesempatan tampil dalam Yeosu World Island Exhibition 2026, Korea.
Sutradara sekaligus koreografer pertunjukan, Rhesa Jaya, mengatakan kesempatan tampil di Korea menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan para penari.
"Kalau ngomongin rasa, siapa yang enggak senang? Kali ini kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bunda Novita karena melalui aspirasinya kami diberi kesempatan dan difasilitasi, khususnya para seniman tari untuk berkarya lagi di luar negeri," ujar Rhesajaya, Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Lahan Tebu 1,4 Hektare di Karangrejo Tulungagung Terbakar Hebat, Petani : Masih Bisa Djpanen
Rhesa yang merupakan putra asli Trenggalek tersebut mengatakan, karya Enlightened Mind berangkat dari pemaknaan terhadap kata Trenggalek, yang ia kaitkan dengan istilah 'Terang Galih'.
Konsep itu kemudian divisualisasikan melalui sebuah petualangan sinematik yang diperankan oleh tubuh para penari.
Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengaku penonton akan diperkenalkan dengan tokoh bernama Galih yang digambarkan mengalami kekacauan batin.
Rhesa menjelaskan, kekacauan tersebut pada dasarnya muncul dari pikiran manusia sendiri. Kata 'Galih' kemudian dimaknainya sebagai proses menggali pikiran dan batin.
"Ketika kita bisa mengendalikan kekacauan batin dan pikiran kita, maka itu akan menjadi terang. Terang ini nanti bisa mendapatkan kejayaan di suatu masa depan yang bisa disebut Trenggalek," jelasnya.
Tak sekadar menampilkan gerakan tari, para seniman akan membawa sebuah karya bertajuk Enlightened Mind yang mengangkat filosofi nama Trenggalek, yakni 'Terang Galih'.
Rhes tak lupa, berterima kasih karena sudah difasilitasi aspirasi Anggota DPR RI Novita Hardini bagi para seniman.
Khususnya penari, untuk berkarya sekaligus memperkenalkan kesenian daerah di luar negeri.
Untuk tampil maksimal di Korea, persiapan para penari dilakukan secara intensif.
Rhesa menyebut tantangan terbesar berada pada durasi pertunjukan yang cukup panjang. Mereka harus tampil minimal selama satu jam dengan jumlah penari hanya delapan orang.
Kondisi tersebut membuat koreografi tidak hanya memikirkan kekuatan gerakan, tetapi juga stamina dan waktu istirahat para penari di setiap adegan.
"Pada awal-awal latihan kami juga mendorong bagaimana fisik dan tenaga. Setelah adegan ini, setelah adegan ini, kami harus tetap satu kekuatan dan satu rasa," akuinya.
Para penari juga mengeksplorasi bentuk serta teknik gerakan secara bersama-sama untuk mendapatkan komposisi pertunjukan yang sesuai.
Rhesa mengatakan kekompakan menjadi modal penting untuk menghadapi panggung internasional tersebut.
"Kami selalu bilang, kami optimistis bisa karena kami satu," ungkapnya.
Terpisah, juri audisi penari yang akan mengikuti program ke Korea, Kuntum Dwi Puspitarini atau yang akrab disapa Ibu Ririn, mengaku bangga melihat potensi para penari yang mengikuti seleksi.
"Saya sangat bangga sekali dengan adanya putra-putri Trenggalek, penari-penari Trenggalek yang luar biasa hebat, berwawasan banyak dan semua jogetnya bagus-bagus," ujar Ririn.
Ia mengaku, meski tidak semua penari di Kabupaten Trenggalek dapat dilibatkan dalam pertunjukan tersebut.
Ririn menjelaskan, kebutuhan karakter dalam setiap gerakan tari membuat proses audisi juga melibatkan penari dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur.
Lima daerah tersebut meliputi Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Pacitan, dan Ngawi.
"Untuk memenuhi semua gerak tari yang akan kami sajikan ke Korea, kami membutuhkan karakter-karakter penari yang memenuhi syarat dari lima kabupaten tersebut," ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi antarpenari dari sejumlah daerah tersebut diharapkan dapat menghasilkan pertunjukan yang maksimal saat tampil di Korea.
Baca juga: Daftar Nama 9 Pejabat Pemkab Tulungagung yang Diduga Diperas Gatut Sunu, Terkumpul Rp 3,2 Miliar
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penari yang belum berkesempatan bergabung dalam pertunjukan kali ini. Ririn memastikan masih terdapat berbagai kesempatan lain bagi para pelaku seni untuk tampil dalam kegiatan berikutnya.
"Selamat untuk yang sudah terpilih. Semoga kalian bisa menyajikan sebuah kreativitas atau suguhan yang luar biasa yang membawa nama baik Kota Trenggalek khususnya dan umumnya untuk Indonesia," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Novita Hardini yang telah memberikan kepercayaan kepada para seniman untuk tampil di Korea.
"Terima kasih untuk Ibunda Novita yang sudah memberikan kami kepercayaan untuk berangkat ke Korea. Kami minta doa restunya. Semoga kita bisa menyuguhkan yang terbaik dari Trenggalek untuk Indonesia dan di negara Korea," tutupnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)