TRIBUNPADANG.COM, SOLOK- Kepolisian masih mendalami kasus penemuan janin bayi yang sudah terkubur di Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kapolsek Bukit Sundi, Iptu Maihendri, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut pasca empat hari penemuan.
Polisi masih mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk mencari data orang hamil.
"Belum ada perkembangannya, kami masih mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk mencari data warga hamil hingga hari ini," Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Curiga Ada Makam Baru di Perkuburan Suku, Warga Solok Temukan Janin Terbungkus Jilbab Putih
Di sisi lain, hasil visum terhadap janin bayi yang sudah berbentuk tulang-belulang kecil masih belum keluar.
Proses visum dilakukan di RSUD M. Natsir, sampai saat ini kata Kapolsek Bukit Sundi, pihaknya masih menunggu perkembangan.
"Untuk hasil visum juga belum keluar, usai penemuan dibawa ke RSUD M. Natsir," jelasnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga tidak memberikan laporan pasca penemuan bayi tersebut.
Baik melaporkan orang yang dicurigai, atau lain sebagainya.
"Masyarakat hingga hari ini belum ada juga yang melapor, jadi kita terus melakukan pendalaman kasus. Mudah-mudahan bisa terungkap," tambahnya.
Baca juga: Polisi Selidiki Penemuan Janin Bayi Terkubur di Solok, Jasad Ditemukan Tersisa Tulang Belulang
Warga Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok menemukan janin bayi yang sudah terkubur pada Selasa (1/9/2026) sekira pukul 17.00 WIB.
Kapolsek Bukit Sundi, Iptu Maihendri, kejadian bermula ketika seorang warga bernama Asnimar (57) hendak mengunjungi makam keluarga di pandam pekuburan suku Kutieanyie di Jorong Koto Panjang.
Belum sempat melihat makam keluarga, ia malah menemukan kuburan kecil yang tiba-tiba muncul di lokasi.
"Jadi saat melihat kuburan kecil dan baru ada di sana, ia langsung menghubungi kepolisian, karena ingin memastikan penemuan itu," ucapnya, Rabu (2/9/2026).
Pasca laporan Asnidar (57), kepolisian dari Polsek Bukit Sundi langsung mendatangi lokasi penemuan kuburan kecil tersebut.
Petugas langsung melakukan penggalian terhadap kuburan yang diketahui hanya sedalam 30 sentimeter.
"Ternyata saat digali, petugas menemukan tulang kaki dan tulang lainnya yang sudah hancur, terbungkus jilbab putih, diduga janin bayi," jelas Iptu Maihendri.
Usai penemuan, kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi, agar tidak menganggu proses penyelidikan.
Di sisi lain, penemuan kerangka diduga janin bayi tersebut dibawa ke RSUD M. Natsir untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Janin bayi ini langsung kita bawa ke RSUD M. Natsir untuk dilakukan proses identifikasi," sebutnya.
Kapolsek Bukit Sundi mengatakan bahwa janin bayi yang ditemukan diperkirakan berumur enam hingga tujuh bulan.
Akan tetapi, ia tidak dapat memastikan terkait jenis kelamin janin bayi tersebut, lantaran sudah tersisa tulang belulang.
"Belum dapat kita pastikan jenis kelaminnya, sepertinya janin bayi berumur enam hingga tujuh bulan. Kalau melihat kuburannya, diperkirakan sudah ada selama satu bulan, makanya hanya tersisa tulang belulang," pungkasnya.
Saat ditanyakan mengenai kuburan janin bayi apakah dugaan aborsi atau lain sebagainya, Iptu Maihendri belum dapat memastikannya.
Pihaknya mengaku akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, sembari menunggu hasil identifikasi dari RSUD M. Natsir.
"Belum dapat kita pastikan apakah itu berkaitan dengan aborsi atau semacamnya, kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tunggu identifikasi dari rumah sakit," tambahnya. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)