BANJARMASINPOST.CO.ID - badai cedera pemain membuat Juventus mengambil keputusan mengejutkan dengan menolak opsi mendatangkan pemain berstatus bebas transfer.
Kebijakan ini diambil meski Bianconeri harus kehilangan gelandangnya, Khephren Thuram, yang dipastikan absen hingga akhir tahun 2026 akibat cedera parah.
Manajemen Si Nyonya Tua memilih menaruh kepercayaan penuh pada kedalaman skuad yang ada daripada mengontrak pemain darurat berdurasi pendek.
Selain Thuram yang dijadwalkan menjalani operasi dan baru bisa bermain lagi pada 2027, Juventus juga harus kehilangan penyerang muda Kenan Yildiz yang turut masuk ruang perawatan.
Baca juga: Jadwal Liga Italia Malam Ini di ANTV & Vidio: Inter Milan vs Napoli, Juventus vs AC Milan
Baca juga: Jadwal Liga Italia di ANTV: Juventus vs Milan dan Roma vs Atalanta, Inter vs Napoli di Vidio
Laporan dari Tuttojuve menyebutkan bahwa beberapa pemain top berstatus bebas transfer sebenarnya sempat ditawarkan dan bersedia menandatangani kontrak jangka pendek.
Namun, manajemen dan staf kepelatihan Juventus sepakat untuk memaksimalkan amunisi yang tersisa sembari menunggu pemulihan para pilar utama.
Fans Juventus Kalimantan Selatan yang tergabung di Juventini Banjarmasin Said Abu bakar mengatakan keputusan tidak merekrut pemain bebas transfer ini sudah tepat secara taktis untuk Juventus.
"Ini langkah yang cukup berani sekaligus berisiko," kata guru SMA di Banjarmasin ini Sabtu (5/9/2026) sore.
Said menambahkan menolak free agent artinya pelatih sangat percaya dengan kedalaman lini tengah yang ada.
Tapi di sisi lain, kalau ada satu gelandang lagi yang cedera atau kena akumulasi kartu, skema permainan Juventus bisa langsung timpang karena kehilangan figur pemutus serangan lawan.
Soal dampak absennya Khephren Thuram dan kerugian finansial atau teknisnya? Said menambahkan kehilangan Thuram sampai 2027 itu pukulan telak.
Nilai pasarnya di kisaran €35 juta (sekitar Rp591,5 miliar) mencerminkan seberapa penting peran vitalnya di kedalaman lini tengah.
Tapi dari sisi finansial, tidak buru-buru membeli pemain darurat itu bijak daripada membayar gaji free agent yang performa fisiknya belum tentu siap bertanding."
Said berharap pelatih Juventus dalam menyiasati krisis cedera ini memberi porsi menit bermain lebih pada pemain muda akademi atau melakukan rotasi peran.
"Jangan memaksakan beban kerja berlebih pada gelandang utama yang tersisa," lanjut dia.
Hal itu bisa berisiko cederanya bisa menular. Manajemen harus benar-benar siap berburu pemain baru yang matang pada bursa transfer Januari nanti."
Detail Laporan Cedera
Direktur Olahraga Sassuolo, Giovanni Carnevali, turut mengonfirmasi situasi tersebut dengan menyatakan bahwa Yildiz diperkirakan pulih lebih cepat sebelum akhir tahun, sementara Thuram harus menepi jauh lebih lama hingga awal tahun depan.
Catatan Statistik & Sumber
Badai cedera ini menguji konsistensi Juventus yang saat ini tengah bersaing ketat di papan atas klasemen Serie A musim 2026/2027.
Kepastian Juventus yang menolak opsi pemain bebas transfer ini pertama kali dilaporkan secara transparan oleh media olahraga Italia, Tuttojuve.
(Banjarmasinpost.co.id)