Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Karya seni yang kuat tak selalu ditentukan oleh tingkat kerumitan visual.
Bagi visual artist sekaligus juri Finna Art 2026, WD Willy sebuah karya justru bisa meninggalkan kesan ketika memiliki gagasan yang jelas dan mampu menyampaikan cerita kepada orang yang melihatnya.
Menurut WD Willy, kekuatan storytelling menjadi salah satu hal penting yang membuat sebuah karya lebih mudah diingat.
Pesan yang ingin disampaikan seniman juga idealnya dapat ditangkap tanpa harus bergantung pada penjelasan yang panjang.
“Karya yang berkesan bukan selalu yang paling kompleks. Biasanya karya tersebut punya gagasan yang jelas dan eksekusinya konsisten," ujar WD Willy saat ditemui dalam press conference Finna Art 2026 di kawasan Fatmawati Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).
"Kita bisa memahami apa yang ingin diceritakan bahkan sebelum membaca penjelasan panjang tentang karya tersebut,” terusnya.
Baca juga: WD Willy dan Liffi Wongso Jadi Juri Finna Art 2026, Beri Bocoran Menangkan Lomba Ilustrasi
Pandangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses kurasi Finna Art 2026.
Liffi Wongso yang juga visual artist mengakui proses menentukan 10 finalis bukan perkara mudah.
Sejumlah karya bahkan harus dilihat berulang kali sebelum para juri akhirnya mengambil keputusan.
“Memilih 10 besar itu cukup sulit. Dari sekitar 400 karya yang masuk, ada banyak karya yang sampai kami lihat berulang kali sebelum akhirnya menentukan 10 finalis,” kata Liffi.
Setelah terpilih, karya para peserta juga mendapat kesempatan untuk hadir dalam bentuk yang berbeda.
Ilustrasi milik 10 finalis diproduksi menjadi sejumlah merchandise, sehingga karya yang sebelumnya hadir sebagai submission digital dapat dilihat dan digunakan oleh publik.
“Setelah melihat hasil akhirnya diproduksi menjadi merchandise, karya-karya mereka memang kuat, menarik, dan punya karakter masing-masing. Menurut saya, mereka memang layak berada di 10 besar,” ujar Liffi.
Sebanyak 10 finalis Finna Art 2026 kini memamerkan karya mereka dalam final exhibition di ARTKET 07, The Brickhall, Fatmawati City Center, Jakarta Selatan, pada 5-6 September 2026.
Selain dipamerkan, karya mereka diwujudkan dalam berbagai merchandise seperti sticker, enamel pin, keychain, card holder, scarf, laptop bag hingga padel bag.
National Marketing Communication Manager PT Sekar Laut Tbk, Wenny Viana, mengatakan kehadiran karya para finalis secara langsung menjadi bentuk apresiasi terhadap proses kreatif yang telah mereka lalui.
“Yang paling berkesan adalah melihat perjalanan dari ratusan submission sampai akhirnya karya 10 finalis bisa hadir di ARTKET, diproduksi menjadi merchandise, dan dinikmati langsung oleh publik,” tutur Wenny.
Finna Art 2026 mengusung tema “Satu Meja, Sejuta Cerita Bersama Finna Food. Kompetisi ini menyediakan total hadiah Rp80 juta untuk sejumlah kategori, termasuk Juara 1, Juara 2, Juara 3, Top 6 Finalists, Top 10 Finalists, serta Best Social Media.
Melalui ajang ini, karya ilustrasi generasi kreatif dipertemukan dengan publik sekaligus memberi ruang bagi karya tersebut untuk hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian.
WD Willy bersama Liffi Wongso, Welly Gunawan, harus memilih karya-karya terbaik dari sekitar 400 submission yang masuk.