Konflik China dan Jepang Masih Lanjut, Penerbangan Dua Negara Makin Anjlok
GH News September 05, 2026 10:11 PM
Tokyo -

Konflik antara China dan Jepang masih terus berlanjut. Penerbangan antara dua negara ini terus mengalami pembatalan.

Sebanyak 2.312 penerbangan dibatalkan pada bulan Juli dan Agustus, ini mencakup 30,7 persen dari total penerbangan terjadwal, menurut penyedia data penerbangan Flight Master DAST. Pada bulan Juli saja, tercatat 1.195 pembatalan atau 31,4 persen dari penerbangan terjadwal seperti dilaporkan pada Sabtu (5/9/2026).

Menurut Flight Master, Jepang terlempar dari daftar tiga besar destinasi internasional China selama periode Juli-Agustus. Negeri Sakura berada di bawah Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia.

Li Hanming, seorang analis penerbangan independen, menyatakan bahwa 780 penerbangan rute China-Jepang dibatalkan pada bulan September, berdasarkan pengumuman ketiadaan tiket yang tersedia. Ia menyebutkan bahwa pembatalan tersebut mencakup antara 150 hingga 200 rute.

Penurunan ini sangat kontras dengan rekor pencapaian sektor penerbangan China pada musim panas tersebut, di mana maskapai mengangkut lebih banyak penumpang sembari mempertahankan tarif rendah untuk memacu permintaan.

Maskapai penerbangan China melayani 153,64 juta perjalanan penumpang antara 1 Juli hingga 31 Agustus, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah dan meningkat 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut estimasi Flight Master. Lalu lintas penumpang internasional naik 3,1 persen selama periode tersebut.

Rata-rata tingkat keterisian penumpang yang mengukur persentase kursi tersedia yang terisi naik menjadi 87,4 persen selama periode tersebut, meningkat 1,7 poin persentase dari tahun sebelumnya, menurut Flight Master. Bulan Agustus mencatatkan rekor tertinggi baru sebesar 88,8 persen.

Penurunan perjalanan ini terjadi seiring memburuknya hubungan antara Beijing dan Tokyo sejak bulan November, ketika Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melontarkan pernyataan kontroversial mengenai Taiwan.

Salah satu langkah yang diambil sebagai respons atas perselisihan tersebut adalah dikeluarkannya peringatan perjalanan bagi warga dari Beijing untuk tidak berkunjung ke Jepang. Permintaan terus menurun secara konsisten, yang mendorong maskapai penerbangan China untuk memangkas jumlah penerbangan pada rute-rute tersebut.

Jumlah kunjungan wisatawan dari China merosot 56,1 persen secara tahunan pada bulan Juli, melanjutkan tren penurunan yang telah dimulai sejak Desember 2025, menurut data yang dirilis oleh Japan National Tourism Organisation (JNTO). Selama tujuh bulan pertama tahun tersebut, jumlah pengunjung dari daratan utama anjlok 56,3 persen secara tahunan.

Kapasitas penerbangan dari China ke Jepang hanya pulih hingga 46,4 persen dari tingkat yang tercatat pada periode yang sama tahun 2019, sebagaimana ditunjukkan oleh data Flight Master. Sebagai perbandingan, penerbangan ke Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Vietnam, Rusia, dan Indonesia, antara lain, telah melampaui tingkat penerbangan tahun 2019.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.