Kronologi Pria Paruh Baya Dilaporkan Hilang di Hutan Muna hingga Tim SAR Lakukan Pencarian
Desi Triana Aswan September 05, 2026 10:49 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang pria paruh baya berinisial La Baadi (63) dilaporkan hilang saat beraktivitas di hutan Desa Wuna, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) Rabu (3/9/2026).

Kejadian bermula ketika korban meninggalkan rumahnya menuju kawasan hutan sekitar desa dengan tujuan memasang jerat ayam hutan. 

Aktivitas yang biasanya berlangsung rutin tersebut berubah menjadi kecemasan ketika hingga keesokan harinya, Kamis (4/9/2026), korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Pihak keluarga bersama warga sekitar yang mulai khawatir kemudian berinisiatif melakukan penyisiran mandiri ke area tempat korban biasa memasang jerat.

Namun, alih-alih menemukan korban, pencarian awal tersebut hanya membuahkan sebuah tempat air minum dan kotak rokok milik La Baadi yang tertinggal di lokasi. 

Upaya pencarian swadaya yang terus dilanjutkan hingga berjam-jam itu menemui jalan buntu dengan hasil nihil.

Setelah dua hari bergelut dengan ketidakpastian, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini secara resmi.

Baca juga: Kakek Pikun di Buton Tengah Hilang di Hutan Kampus USN Saat Cari Istri, Tim SAR Dikerahkan

Pada Jumat (5/9/2026) pukul 15.40 Wita, keponakan korban, Abdul Kadir, menghubungi Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari untuk meminta bantuan evakuasi dan pencarian.

Kepala KPP Kendari Amiruddin A.S mengatakan setelah menerima laporan kejadian pihaknya langsung kelokasi sekitar pukul 16.05 Wita.

Ia mengatakan operasi pencarian ini melibatkan koordinasi lintas unsur yang solid.

Komponen yang terlibat mencakup SAR Mission Coordinator (SMC) beserta staf, Unit Siaga SAR Muna, aparat desa setempat, warga sekitar, hingga pihak keluarga korban yang bahu-membahu di lapangan.

"Operasi SAR di medan hutan ini didukung oleh sarana prasarana memadai, di antaranya satu unit rescue car, peralatan SAR (palsar) medis, palsar evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya," ujarnya dikonfirmasi Sabtu (5/9/2026).

Seluruh pergerakan tim di lapangan juga dikalkulasikan dengan membaca situasi klimatologi, berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di sekitar lokasi terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin mencapai 14 kilometer per jam dari arah timur laut. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.