Kegundahan De Zerbi, Tottenham Harusnya Lebih Tegas Soal Pemain Sendiri
Arif Tio Buqi Abdulah September 05, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Tottenham Hotspur menjadi salah satu tim yang benar-benar aktif mendatangkan pemain baru di bursa transfer musim panas lalu.

Tak cuma sekadar mendatangkan pemain saja, mereka juga rela menggelontorkan banyak uang demi mewujudkan ambisi.

Mereka merogoh kocek sangat dalam untuk mendatangkan nama-nama seperti Savinho, Sandro Tonali, hingga Matheus Fernandes yang ramai diincar banyak klub.

Meski demikian, pelatih Roberto De Zerbi, masih belum puas dengan apa yang terjadi di dalam tim asuhannya tersebut.

Ia tentu saja tak menyinggung soal pemain yang masuk didatangkan musim panas ini.

Sebaliknya, pelatih asal Italia tersebut lebih menyoroti keputusan klub yang tak aktif menjual pemain.

Maksudnya, ia ingin klub membuka pintu keluar lebar kepada pemain yang memang sudah tak ingin berkarier di Spurs.

Baca juga: Bursa Transfer Turki Belum Tutup, Richarlison Jangan Betah Jadi Penonton di Tottenham

"Seperti yang saya katakan di awal pramusim, saya ingin mempertahankan para pemain, tetapi hanya pemain yang memang ingin bertahan, yang bangga dan memiliki hasrat yang tepat untuk tetap berada di sini," kata De Zerbi dikutip dari Sportbible.

"Kalau untuk segala hal dan masalah lainnya, itu bukan urusan saya dan bukan tugas saya. Itu merupakan tanggung jawab klub."

"Saya tidak bisa mengatakan apa-apa karena saya tidak mengambil keputusan apa pun," paparnya.

Salah satu pemain yang gencar ingin meninggalkan Spurs adalah striker mereka, Richarlison.

Richarlison dikabarkan sudah gerah berada di Tottenham Hotspur Stadium lantaran tak lagi menjadi opsi utama.

Ditambah lagi, pemain asal Brasil itu memang sudah ingin hengkang sejak bursa transfer dibuka di awal musim ini.

Spurs semestinya tak akan kesulitan jika benar ingin melepas Richarlison.

Pasalnya sang pemain memiliki daya tarik yang memikat sesama tim Liga Inggris.

Adalah mantan timnya sendiri, Everton, yang dikabarkan berminat mendatangkannya.

The Athletic melaporkan bahwa Tottenham dan Everton sempat mencapai kesepakatan prinsip untuk kepulangan Richarlison ke Merseyside.

Namun, transfer senilai £35 juta (sekitar Rp835 miliar) tersebut akhirnya gagal terwujud setelah proses negosiasi berlangsung cukup rumit.

Pemain yang saat ini berusia 29 tahun tersebut memberikan tanggapannya soal isu kepindahannya ke Everton.

"Setelah semua yang saya lalui dalam beberapa tahun terakhir, saya memutuskan bahwa tidak akan pernah lagi ada orang lain yang menentukan masa depan saya," tulis Richarlison di Instagram Stories.

"Saya selalu menjelaskan, setiap kali ada kesempatan, bahwa jika saya pindah ke tempat lain, kepindahan itu juga harus memberikan keuntungan bagi klub. Jika tidak, saya tidak akan pernah menerimanya... sama seperti ketika saya tidak menerimanya saat semuanya di sini sedang berantakan dan mereka membutuhkan saya. Saya tetap bertahan dan memberikan seluruh hidup saya."

"Jadi, saya berharap mereka memperlakukan situasi saya dengan rasa hormat yang sama seperti yang selalu saya tunjukkan kepada Spurs dan kepada semua orang yang bekerja bersama saya selama periode ini," lanjutnya.

Jika tak ada tawaran dari Turki, Richarlison kemungkinan besar akan bertahan bersama Spurs, setidaknya hingga 6 bulan ke depan.

Setelah itu, ia bisa kembali tebar pesona menarik tim yang menginginkan jasanya di sektor depan.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.