Jakarta (ANTARA) - Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi kayu manis jenis cassia secara berlebihan bisa menyebabkan mengganggu penyerapan dan efektivitas obat-obatan.
"Konsumsi suplemen (kayu manis) yang berlebihan dapat menyebabkan obat resep cepat dikeluarkan dari tubuh, dan hal itu dapat mengakibatkan obat tersebut menjadi kurang efektif,” kata Ilmuwan Utama Pusat Nasional Penelitian Produk Alam dan Profesor Riset di bidang Farmakognosi Universitas Mississippi Shabana Khan, Ph.D. dikutip dari Eating Well, Jumat (4/9) waktu setempat.
Peneliti lainnya yakni Bill Gurley, Ph.D. menambahkan bahwa kandungan sinamaldehida dalam rempah itu mampu mengaktifkan reseptor yang menimbulkan risiko obat.
Meski demikian, penelitian lebih lanjut atau studi klinis dibutuhkan untuk memastikan dampak pasti pada manusia.
Lebih lanjut, peneliti juga mencatat bahwa minyak kayu manis, yang umumnya digunakan sebagai penyedap rasa dalam makanan dan sebagai minyak esensial, hampir tidak menimbulkan risiko interaksi obat herbal.
Kemudian kayu manis bubuk yang kerap disebut kayu manis asli meski disebut aman untuk dikonsumsi dalam makanan atau minuman, namun bila dikonsumsi dalam jumlah besar patut diperhatikan.
Terdapat beberapa jenis kayu manis yakni kayu manis cassia yang umum dijual di pasaran dan berasal dari Asia, lebih murah dan memiliki rasa kayu manis yang kuat dibandingkan dengan kayu manis bubuk asal Sri Lanka.
Kayu manis cassia memiliki kandungan kandungan kumarin yang lebih tinggi, yaitu zat yang dikenal sebagai pengencer darah.
Bila sering dikonsumsi dalam jumlah tinggi maupun sebagai suplemen, berpotensi menimbulkan risiko bagi mereka yang mengonsumsi obat antikoagulan atau pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin), apixaban (Eliquis), clopidogrel (Plavix) atau aspirin.
Para peneliti ini merekomendasikan agar pasien memiliki penyakit kronis termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, radang sendi, asma, HIV, AIDS, atau depresi berkonsultasi dengan praktisi kesehatan sebelum mengonsumsi kayu manis cassia sebagai suplemen atau menggunakannya secara teratur dalam dosis tinggi dalam makanan.
Bila diperlukan mengonsumsi suplemen kayu manis, sebaiknya konsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan keamanannya bagi tubuh, terutama bagi pasien tertentu.
Editor nutrisi senior Jessica Ball, MS, RD mengatakan bahwa tak perlu sepenuhnya menghindari kayu manis dalam makanan.
“Sebagian besar penelitian tentang kayu manis yang memengaruhi penyerapan obat meneliti minyak kayu manis atau konsentrasi sinamaldehida yang lebih tinggi daripada yang biasanya Anda dapatkan dari mengonsumsinya sebagai rempah-rempah. Meskipun demikian, ini adalah pengingat yang baik untuk menggunakan rempah-rempah dalam jumlah sedang dan berhati-hati saat mempertimbangkan suplemen makanan, bahkan jika itu adalah nutrisi atau rempah-rempah yang sudah familiar," katanya lagi.
Ia menyarankan bila berencana menambahkan kayu manis dalam makanan/minuman secara teratur maka disarankan menggunakan kayu manis bubuk atau batasi konsumsi jenis cassia kurang dari satu sendok teh per hari.





