Laporan Wartawan Tribunnews.com, Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Lampu panggung bersahutan saling menyala terang benderang menyibakkan mata.
Distorsi gitar mulai terdengar, hentakan drum mengisi ruang, dan suara vokal Dila Ghozali segera menyatu dengan riuh penonton.
Namun, penampilan Lips!! malam ini di PROJEK-D Vol 5, Sabtu (5/9/2026) bukan sekadar tentang siapa yang berdiri di atas panggung dan siapa yang menonton dari bawah.
Band yang membawa genre punk rock asal Jakarta itu justru seperti menghapus batas di antara keduanya.
Dila Gozali sang vokalis, Audi Adrianto (gitar), Khadafi Laborahima (bass) dan Rizky Kurnia (drum), mengajak para penonton bak rekan bermain mereka malam itu.
"Kalian bisa naik ke sini ke atas panggung, tapi tetap kondusif ya," ujar Dila, disambut dengan aksi penonton yang satu per satu mulai menampakkan hidung ikut beraksi di atas panggung, menurut pantauan Tribunnews.com di lapangan, Sabtu (5/9/2026).
Di tengah energi musik yang keras dan penuh gebrakan, Lips!! membawa satu pengalaman yang berbeda, mereka mengajak penonton berdiri sama rata, mendekat, bergerak bersama, dan merasakan pertunjukan seolah panggung tersebut bukan milik band semata, melainkan ruang bersama.
Tidak hanya suguhan musik, Lips!! juga menyuarakan sikap mendukung kemerdekaan Palestina, di tengah agresi yang dilakukan oleh Israel.
"Jangan pernah berhenti untuk menyuarakan Palestina," riuh penonton terdengar dari atas hingga bawah panggung mendukung pernyataan Dila.
Lalu Dila mengangkat tinggi-tinggi sebuah buku berjudul Sehari dalam Hidup Abed Salama, Anatomi Suatu Tragedi di Yerusalem karya Nathan Thrall.
Baca juga: Ari Lasso Sulit Lupakan Detik Menjelang Konser di Makassar Sempat Alami Insiden Pesawat
Ia kemudian lemparkan buku yang ia genggam ke arah penonton.
Beruntung, pria asal Solo, Fauzan Nur Hidayat (25) berhasil mendapatkan buku tersebut.
Baginya dukungan untuk Palestina harus terus disuarakan, pun ketika di ruang-ruang bermusik.
Memasuki tahun kelima, Projek-D tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik.
Dyandra Promosindo membawa format Baru.
Yakni dengan empat panggung dalam satu hari, sekaligus memperluas ruang bagi komunitas, pelaku kreatif, dan UMKM.
Empat panggung tersebut terdiri atas Maduswara, Wirama, Sriwedari, dan Guyonlaah.
Dua nama terakhir menjadi panggung baru yang diperkenalkan pada PROJEK-D Vol.5.
Project Director PROJEK-D Vol.5, Rumpoko Hadi mengatakan bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya, PROJEK-D selalu berupaya untuk menyuguhkan berbagai band dengan genre yang berbeda-beda sehingga banyak penikmat musik yang berbeda-beda dapat disatukan dalam satu event.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)