TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Kebakaran melanda lahan tebu di Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Kebakaran dipicu seorang warga, Sulami (64) yang membakar kotoran manusia di lahan miliknya.
Tanpa dia duga api cepat merembet ke lahan di sekitarnya hingga mencapai 2 bahu atau sekitar 1,4 Hektare.
"Proses pemadaman api cukup sulit, karena lokasinya di perbukitan, sementara angin kencang membuat api cepat meluas," ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Iwan Supriyono.
Baca juga: Hasil Akhir Persik Kediri vs Dewa United, Macan Putih Kalah 0-1 di Laga Kandang Pertama Super League
Lanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIB Sulami pergi ke sawahnya yang ditanami tebu.
Saat menuju gubuk tempat istirahat di tengah sawah, dia menemukan kotoran manusia di lahan miliknya.
Karena kesal, dia menutupi kotoran manusia itu dengan daun tebu kering, kemudian membakarnya.
"Dia tidak memperhitungkan, di sekitarnya banyak dedaunan tebu kering. Akhirnya api membesar dan merembet ke lahan di sekitarnya," ucap Iwan.
Petugas Damkar mengerahkan 2 mobil pemadam dan 2 mobil tangki penyuplai air.
Mereka juga membendung saluran irigasi untuk menyuplai air mobil pemadam.
Namun angin yang kencang membuat api sulit dikendalikan.
"Bara sedikit saja tiba-tiba muncul kobaran api karena tiupan angin yang kencang. Sementara area tanaman tebunya juga luas," tutur Iwan.
Petugas Damkar bekerja sekitar 3 jam hingga seluruh api bisa dikuasai sepenuhnya.
Tanaman tebu tidak rusak sepenuhnya karena meski terbakar di pangkalnya.
Selain lahan milik Sulami, lahan lainnya milik Agus, Pono, Sunar, dan Karis dengan luas totalnya 2 bahu atau sekitar 1,4 Hektare.
Baca juga: Dijanjikan Kerja di Malaysia, 2 Warga Trenggalek Jadi Korban TPPO, Perekrut Asal Widoro Ditahan
"Lahannya milik PG Mojopanggung, tapi penggarapnya para petani," ucap Karis (67).
Lanjutnya, tebu yang terbakar masih bisa dipanen.
Rasanya tetap manis namun kadar airnya berkurang.
Tebu yang terbakar harus cepat dipanen, jika memungkinkan kurang dari 3 hari setelah terbakar.
"Tiga hari saja nanti tebunya akan pecah-pecah. Jadi harus cepat dipanen," ucapnya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)