Modifikasi Cuaca Kembali Dilaksanakan, Satu Ton Garam Ditabur di Langit Utara Kalsel
Hari Widodo September 05, 2026 07:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah sempat tertunda lebih satu bulan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilaksanakan di wilayah Kalimantan Selatan. 

Sebuah pesawat PK-SNK yang mengangkut bahan semai OMC diterbangkan dari Lanud Sjamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Sabtu (5/9/2026) sore.

Pesawat tersebut mengangkut kurang lebih 1 ton garam halus atau Natrium Klorida (NaCl) yang disemaikan di langit wilayah utara Kalsel.

Pelaksanaan OMC ini menyusul wilayah Kalsel yang sejak beberapa waktu terakhir dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, dengan harapan, OMC ini dapat menumbuhkan awan potensi hujan.

Baca juga: BPBD Ungkap 16.539 Hektare Lahan di Kalsel Terbakar, Operasi Modifikasi Cuaca Segera Dilakukan

Tenaga Ahli Pendukung Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, mengatakan pelaksanaan OMC di Kalsel ini bakal dilaksanakan dalam tiga hari kedepan dari tanggal 5-8 Sepetember 2026.

Ia juga mengatakan bahwa modifikasi cuaca sempat dilaksanakan pada tanggal 15-21 Juli 2026, namun sempat terhenti karena tidak adanya awan potensi hujan.

“Alhamdulillah pada hari ini, atas evaluasi, penilaian, dan koordinasi antar rekan-rekan, baik dari BMKG pusat, UPT Klimatologi Wilayah, dan wilayah Provinsi sendiri, itu sudah mengevaluasi kondisi awan yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Dan tadi kita sama-sama melihat sudah berangkat atau memungkinkan untuk bisa dilaksanakan OMC,” katanya Herman di Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga: Kondisi Awan Hujan Belum Mendukung, Modifikasi Cuaca di Wilayah Kalsel Belum Bisa Dilaksanakan

Flight Scientist Coordinator PT Milan selaku Operator OMC di Kalsel, Abdul Arsyad, mengatakan pada penerbangan pertama ini, pesawat diterbangkan ke arah utara Kalsel dengan mengangkut sebanyak 1 ton garam halus untuk bahan semai.

Ia menyebut, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada data ketersediaan awan dari BMKG. Sebab menurutnya, operasi ini berfungsi mengoptimalkan dan mempercepat terjadinya hujan dari awan-awan yang tersedia.

“Untuk pertumbuhan awan itu berdasarkan prediksi BMKG, itu dominan di siang hari hingga sore hari, namun tidak menutup kemungkinan juga di pagi hari,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.