Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemandangan tak sedap terlihat di salah satu sisi Jalan Adi Sumarmo, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026).
Berkarung-karung sampah menumpuk di bawah pepohonan yang berjajar di pinggir jalan. Kantong plastik berwarna hitam, putih, hingga beberapa kantong berwarna lainnya terlihat berserakan dan menggunung di antara batang pohon.
Tumpukan tersebut memanjang mengikuti sisi jalan.
Sebagian sampah berada di atas tanah yang dipenuhi daun kering dan rerumputan, sementara beberapa kantong plastik bahkan tampak berada cukup dekat dengan badan jalan.
Dari kejauhan, tumpukan sampah terlihat membentang di sisi jalan yang menghubungkan kawasan permukiman dan area persawahan.
Kendaraan seperti sepeda motor dan truk masih melintas di ruas jalan tersebut.
Baca juga: Pantauan Geotermal Bongkar Kondisi TPA Putri Cempo Solo, Api Masih Terdeteksi Dalam Timbunan Sampah
Di seberang lokasi, hamparan lahan pertanian terlihat terbuka. Kontras dengan kondisi itu, sisi jalan justru dipenuhi kantong-kantong sampah yang tampak dibiarkan menumpuk.
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, sampah tersebut didominasi kantong plastik berisi berbagai jenis limbah rumah tangga. Ada pula sampah yang tampak tercecer di sekitar tumpukan.
Kondisi tersebut terlihat semakin mencolok karena lokasi pembuangan berada tepat di bawah pepohonan yang menjadi peneduh di sepanjang jalan.
Via, seorang penjual minuman yang beraktivitas di sekitar lokasi, mengatakan keberadaan tumpukan sampah tersebut bukan sesuatu yang baru.
Ia mengaku sudah melihat sampah menumpuk di lokasi tersebut sejak pertama kali bekerja di kawasan itu.
"Sejak 3 bulan saya bekerja di sini, tumpukan sampah itu sudah ada di sana," kata Via, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Via, selama tiga bulan berjualan di lokasi tersebut, ia tidak pernah melihat petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar mengambil tumpukan tersebut.
Kondisi tumpukan sampah, kata dia, justru semakin bertambah dari waktu ke waktu.
Baca juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Sopir Truk Sampah Terpaksa Antre Lebih dari 1 Jam Demi Buang Sampah
"Saya baru tiga bulan di sini, itu sudah ada, awalnya sedikit, namun hingga saat unu sampah itu sudah menumpuk," ungkap dia.
Ia juga khawatir keberadaan sampah yang terus bertambah dapat mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.
Sementara itu, menurut pengamatannya, sampah yang berada di sana sesekali didatangi pemulung. Namun, mereka hanya mengambil barang-barang tertentu yang masih dapat dimanfaatkan.
"Selama saya berjualan di sini, Tidak ada petugas DLH yang terlihat mengambil barang di sana, hanya pemulung yang di sana mengambil sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan lagi," pungkas dia.
Keberadaan tumpukan sampah tersebut kini menjadi pemandangan tersendiri bagi pengguna Jalan Adi Sumarmo. Di tengah aktivitas kendaraan yang terus melintas, kantong-kantong sampah masih terlihat berjajar di bawah pepohonan di sisi jalan.