dr Sanjay Bhojraj, MD, dokter spesialis jantung intervensi sekaligus dokter pengobatan fungsional di California yang telah 20 tahun menangani penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, dan gangguan metabolisme, menilai ada sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari pada malam hari karena dapat mengganggu proses pemulihan tubuh dan kesehatan kardiovaskular.
Dikutip dari CNBC Make It, salah satunya adalah makan larut malam. Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun sehingga tubuh menjadi kurang efisien dalam mengolah gula dan lemak. Kebiasaan makan terlalu larut juga dikaitkan dengan peningkatan gula darah setelah makan, gangguan metabolisme lemak, dan peradangan.
dr Bhojraj juga menghindari paparan cahaya terang, terutama cahaya biru, setelah matahari terbenam. Cahaya tersebut disebutnya dapat menekan produksi melatonin yang berperan dalam mengatur tidur dan tekanan darah. Ia menyarankan penggunaan lampu dengan cahaya lebih hangat pada malam hari.
Kebiasaan lain yang dihindari adalah menonton tayangan yang memicu stres atau emosi. Tayangan yang menegangkan dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik sehingga meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Stres emosional yang berlangsung terus-menerus juga dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah.
Kebiasaan di malam hari yang bikin jantung rusak Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth
|
Olahraga tetap penting untuk kesehatan jantung, tetapi dr Bhojraj tidak memilih latihan intensitas tinggi pada larut malam. Olahraga berat menjelang tidur dapat membuat tubuh tetap berada dalam kondisi aktif, meningkatkan kadar kortisol, serta mengganggu kualitas tidur dan proses pemulihan.
Konsumsi alkohol pada malam hari juga menjadi kebiasaan yang dihindarinya. Alkohol justru dapat mengganggu kualitas tidur, produksi melatonin, detak jantung, serta pola penurunan tekanan darah saat tidur.
Selain itu, percakapan yang memicu emosi pada malam hari dapat meningkatkan hormon stres, memengaruhi detak jantung, bahkan memicu gangguan irama jantung pada orang yang rentan.
Ia juga membatasi paparan layar sebelum tidur. Cahaya biru dari ponsel, tablet, dan televisi dapat mengganggu produksi melatonin dan waktu tidur. Menjaga kualitas serta konsistensi tidur menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.






