Merantau dari Banyuwangi, Salsabila Rozzaq Antar Magma Juara dan Raih MVP
iksan fauzi September 05, 2026 09:45 PM

SURYAMALANG.COM | MALANG - Keputusan Salsabila Rozzaq meninggalkan Banyuwangi untuk menempuh pendidikan di Malang terbayar lunas.

Siswi kelas 11 MAN 2 Kota Malang itu tidak hanya berhasil membawa timnya meraih gelar juara AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South, tetapi juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) sektor putri.

Salsabila tampil sebagai sosok penting dalam kemenangan Magma pada partai final yang
berlangsung di GOR Ken Arok, Jumat (4/9). Menghadapi SMAN 1 Batu yang berstatus sebagai
juara bertahan, Magma keluar sebagai pemenang dengan skor 8-5.

Dari delapan poin yang dikumpulkan Magma, tujuh di antaranya berasal dari Salsabila. Performa tersebut sekaligus mengantarkannya meraih penghargaan individu tertinggi di kompetisi 3X3 sektor putri.

Namun, di balik penampilan gemilangnya di lapangan, tersimpan cerita tentang keberanian
mengambil keputusan besar. Salsabila memilih merantau dari Banyuwangi ke Malang untuk
bersekolah di MAN 2 Kota Malang sekaligus mengejar perkembangan karier basketnya.

Keputusan tersebut ia ambil demi keluar dari lingkungan yang selama ini membuatnya nyaman.
Menurut Salsabila, Malang menawarkan atmosfer kompetisi yang lebih kuat, sementara MAN 2
Kota Malang juga memberikan lingkungan akademik yang mendukung.

“Saya aslinya dari Banyuwangi dan merantau ke Malang untuk sekolah di MAN 2 Kota Malang. Saya ingin keluar dari zona nyaman. Di Malang atmosfer kompetisinya jauh lebih bagus dan akademiknya di MAN 2 juga oke,” ujar Salsabila.

Baca juga: Tim Putri Kosayu Tuntaskan Misi Threepeat, Smaga Takluk 59-29

Sang ibu saksikan penampilan Salsabila

MOST VALUABLE PLAYER : Siswa kelas 10 SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu), Calvin Marcello berhasil membawa Kosayu menjadi juara AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South sekaligus menyabet predikat Most Valuable Player (MVP) sektor putra.
MOST VALUABLE PLAYER : Siswa kelas 10 SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu), Calvin Marcello berhasil membawa Kosayu menjadi juara AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South sekaligus menyabet predikat Most Valuable Player (MVP) sektor putra. (SURYAMALANG.COM/DBL Indonesia)

Perjuangan di kota perantauan terasa semakin berarti ketika keluarganya hadir langsung di
momen paling penting. Sang ibu, adik, dan nenek atau yang biasa dipanggil uti, rela melakukan
perjalanan menggunakan kereta api dari Banyuwangi menuju Malang demi menyaksikan
Salsabila tampil di partai final.

Dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Salsabila. Setelah pertandingan berakhir
dengan kemenangan, ia langsung mempersembahkan pencapaian tersebut untuk keluarganya,
rekan satu tim, pelatih, dan sekolah.

“Gelar ini yang pertama pastinya saya persembahkan untuk orang tua saya yang sudah mengantar dan mendukung saya jauh-jauh dari Banyuwangi. Kedua untuk teman-teman dan coach yang mau berjuang bersama, serta untuk sekolah saya MAN 2 Kota Malang,” katanya.

Menariknya, kesempatan Salsabila tampil di AZA 3X3 justru muncul setelah tim putri Magma
mengalami situasi kurang menguntungkan. Tim 5on5 Magma berada di urutan ketiga daftar
waiting list sehingga tidak mendapatkan tempat dalam kuota pertandingan.

Alih-alih berhenti, Salsabila bersama rekan-rekannya memilih mencoba jalur 3X3. Mereka
mengikuti proses seleksi yang digelar sekolah hingga akhirnya Salsabila berhasil masuk ke
dalam skuad utama.

Persiapan pun dilakukan secara serius. Para pemain menjalani latihan intensif setiap hari
selepas jam sekolah untuk beradaptasi dengan karakter permainan 3X3 yang memiliki tempo
lebih cepat dan shot clock hanya 12 detik.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil di partai puncak. Meski sempat menghadapi
tekanan ketika SMAN 1 Batu mengambil momentum sebagai juara bertahan, Salsabila dan
rekan-rekannya mampu menjaga kepercayaan diri hingga pertandingan berakhir.

“Awalnya gak expect sama sekali bisa jadi MVP dan juara. Kita sempat nervous waktu lawan sempat leading karena mereka juara bertahan. Tapi kita berusaha yakin karena ini kesempatan yang gak akan berulang kembali. Begitu dipanggil jadi MVP, rasanya terharu banget dan bersyukur,” beber Salsabila.

Trofi juara dan penghargaan MVP menjadi pencapaian penting bagi Salsabila. Namun, ia tidak
ingin berhenti sampai di sini.

Pengalaman tampil di tengah atmosfer kompetisi dan dukungan suporter DBL justru membuatnya semakin termotivasi untuk menghadapi tantangan berikutnya. Salsabila berharap Magma dapat kembali tampil dalam kompetisi kategori 5on5 pada musim mendatang.

“Harapannya di tahun depan Magma girls bisa ikut dan bersaing di kategori 5on5. Kita akan hajar dan latihan lagi sampai benar-benar puas dengan hasil latihannya,” harap Salsabila.

Perjalanan Salsabila membuktikan bahwa keberanian meninggalkan zona nyaman dapat membuka jalan menuju pengalaman yang lebih besar. Dari Banyuwangi ke Malang, dari tim
yang sempat berada di waiting list hingga berdiri sebagai juara, ia pulang dari AZA 3X3 East
Java-South dengan dua pencapaian sekaligus: trofi juara dan gelar MVP.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan hadir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi
Indonesia. Selain kompetisi utama, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta
AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100 persen Indonesia”.

Seluruh keseruan pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara
laga final juga dapat ditonton melalui YouTube Good Day ID.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.