TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perkumpulan Onkologi Indonesia (POI) resmi menggelar ajang ilmiah tahunan bergengsi, Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) POI 2026 di Novotel Convention Center, Pontianak, Sabtu (5/9).
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kegiatan tingkat nasional pertama di Kalimantan Barat yang secara khusus menghadirkan dan mempertemukan berbagai lintas disiplin ilmu dalam penanganan kanker.
Mengangkat tema “Beyond The Horizon: Harmonizing Early Detection and Advanced Cancer Treatment Through Innovation and Collaboration – Bridging The Gaps in Oncology Care”, PIN POI 2026 membawa semangat untuk melihat penanggulangan penyakit kanker secara lebih luas, terintegrasi, dan inklusif.
Forum ilmiah ini menjadi wadah kolaborasi berskala internasional dengan menghadirkan jajaran pakar onkologi terkemuka.
Dari mancanegara, hadir dr. Rebecca Tay Sook Hui, Dr. Lee Yuh Shan, Kevin Wang, M.Phil., serta Dr. Tonghui Ma, Ph.D.
Sementara itu, jajaran tokoh dan pakar kanker terkemuka Indonesia turut hadir membagikan edukasi serta hasil riset terkini, di antaranya: Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP; Prof. Dr. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid., M.Pd.Ked., FINASIM, FACP ; Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, FINASIM; Dr. dr. Manuel Hutapea, Sp.OG., Subsp.Onk., M.H. ; dr. Ivan Lumban Toruan, Sp.PD, K-HOM.
Baca juga: Indonesia Masters 2026: Dejan/Apriyani Gagal ke Final Usai Ditekuk Pasangan China
PIN POI 2026 menyoroti pentingnya menyelaraskan penguatan deteksi dini dengan kemajuan terapi modern.
Pembahasan mencakup seluruh rantai pelayanan medis, mulai dari pencegahan, diagnosis, terapi, rehabilitasi, hingga perawatan paliatif.
Selain itu, seminar ini secara khusus membedah penerapan diagnosis presisi dan pendekatan multidisiplin agar setiap pasien mendapatkan terapi yang paling tepat, efektif, dan aman sesuai dengan karakteristik penyakitnya.
POI menekankan bahwa seluruh kemajuan teknologi medis harus menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan (patient-centered care), dengan memperhatikan kualitas hidup serta kebutuhan mereka.
Baca juga: Cuaca Kalbar 6-14 September 2026 Lengkap Daftar Kabupaten-Kota Diguyur Hujan Dilanda Petir
Melalui gelaran ini, POI menyampaikan sejumlah imbauan strategis kepada masyarakat luas
Hadirnya PIN POI 2026 di Pontianak diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan lokal, tetapi juga menjadi pemantik percepatan kualitas layanan medis onkologi di wilayah Kalimantan Barat dan Indonesia secara menyeluruh. (*)