Update Keracunan MBG di Palupuh Agam, Masih Ada 3 Korban Dirawat di Rumah Sakit
afrizal September 05, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM- Jumlah korban dirawat pasca diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, terus berkurang.

Sabtu (5/9/2026), tersisa tiga korban lagi yang masih dirawat. 

Korban yang masih dirawat adalah siswa dan balita. 

Sehari sebelumnya, Jumat (4/9/2026) masih ada 4 korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Baca juga: 61 Siswa SDN 08 Nan Limo Agam Masih Absen Sekolah, Fokus Pemulihan Pasca Dugaan Keracunan MBG

"Berdasarkan update data pukul 16.00 WIB, korban dirawat berjumlah tiga orang," ujar Kepala Puskesmas Palupuh, Diva Riza, saat dihubungi TribunPadang.com, Sabtu (5/9/2026).

Sebanyak 348 korban dugaan keracunan usap menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap pemulihan hingga Sabtu (5/9/2026).

Diva Riza menyebut, hingga hari ini belum ada penambahan korban dugaan keracunan usai menyantap MBG.

Jumlah korban yang terdata masih berada di angka 348 orang. 

"Tidak ada penambahan hingga update data pukul 07.00 WIB, jumlah korban dugaan keracunan masih di angka 348 orang," ucapnya.

Seluruh korban ucap Diva, masih mendapatkan perawatan di rumah masing-masing atau diberlakukan rawat jalan.

Baca juga: Korban Dugaan Usai Santap MBG di Palupuh Agam Bertambah 4 Lagi, Total Jadi 348 Orang

Pihak Puskesmas juga sudah memberikan obat sesuai resep yang diberikan oleh dokter kepada masing-masing korban.

"Yang jelas hingga hari ini, korban masih dalam tahap pemulihan. Sabtu pagi, juga belum ada yang datang berobat," jelasnya.

Sampel Makanan Diperiksa

Sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban dugaan keracunan MBG di Palupuh, diserahkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Agam ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Kadinkes Agam, Hendri Rustian, mengatakan bahwa pasca ratusan orang diduga keracun setelah menyantap MBG, pihaknya bersama BPOM di Padang lansgung berkoordinasi.

Investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan diselidiki.

Beberapa sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban kemudian diambil untuk dilakukan pengecekan.

"Kita mengambil sampel makanan yang dibagikan pada Senin (31/8/2026) lalu, kemudian muntahan dan kotoran korban untuk dicek," ucapnya, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan secara detail, sampel makanan itu terdiri dari menu terakhir kali yang dikonsumsi oleh siswa di sekolah.

Meliputi nasi putih, telur puyuh, kuah gulai, tahu, potongan tomat hingga mentimun.

Semua menu dari sampel makanan, muntahan hingga kotoran kata Hendri, akan diukur parameternya agar dapat mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.

"Jadi banyak parameter yang harus diukur nantinya. Dinas Kesehatan memastikan akan mengawal prosesnya," jelasnya.

Ia menambahkan, kemungkinan proses pengecekan sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban dugaan keracunan MBG mencapai waktu hingga satu minggu.

Akan tetapi, pihak Dinkes Agam berupaya mengawal hingga memastikan proses pengecekan sampel bisa kurangg dari waktu satu minggu.

"Kita akan mengawal, semoga bisa cepat atau kurang dari satu minggu sudah keluar hasilnya," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.