Pemerintah Abdya Penggerak Ekonomi Rakyat
Saifullah September 05, 2026 10:23 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Kabupupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) terus menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan berbagai peluang di semua sektor pembangunan.

Di bawah Pemerintahan Bupati Safaruddin dan Wabup Zaman Akli, kabupaten yang dijuluki ‘Bumoe Breuh Sigupai’ itu dalam kurun waktu satu tahun (2025), mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan mencapai 2,02 persen, dari sebelumnya 15,35 persen, turun menjadi 13,30 % (data resmi BPS Abdya).

Memasuki tahun kedua ini, Bupati Safaruddin terus menciptkan berbagai peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Salah satunya menghadirkan even-even besar yang menyentuh langsung sendi perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL).

Hal itu dibuktikan dengan hasil evaluasi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh.

Di mana Kabupaten Abdya menempati posisi tiga dari lima daerah yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi di atas rata-rata provinsi, yaitu 4,10 persen.

Tingginya pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut menunjukkan adanya penguatan aktivitas ekonomi yang cukup baik, seperti di sektor primer dan perdagangan yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor-lainnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung dan mendongkrak ekonomi kerakyatan, Pemerintah Abdya perdana menghadirkan gerai Indomaret di kabupaten setempat.

Ritel modern tersebut merupakan hasil inovasi dan dikelola oleh pengusaha lokal di Abdya. 

Kehadiran gerai Indomaret tersebut juga membuka lapangan kerja bagi putra-putri Abdya.

Baca juga: Raih Serambi Awards 2026, PT PEMA Jadi Penggerak Lokomotif Baru Ekonomi Aceh

Sebab, Bupati Safaruddin menekankan agar ritel tersebut wajib menampung pekerja lokal dan produk-produk lokal UMKM Kabupaten Abdya.

"Dari awal kita sudah menyepakati jika Indomaret atau Alfamart yang ingin hadir di Abdya, wajib mempekerjakan tenaga lokal dan menampung 30 persen produk UMKM lokal Abdya. Alhamdulillah, komitmen itu sudah terwujud," kata Safaruddin.

Hingga saat ini, 23 dari 100 produk UMKM Abdya berhasil lolos proses kurasi dan telah mendapatkan kesempatan dipasarkan di jaringan ritel modern tersebut.

Masuknya produk lokal ke Indomaret merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Abdya, yang memberikan izin operasional kepada ritel modern dengan syarat menyediakan 30 persen ruang pajang (display) bagi produk UMKM lokal yang memenuhi standar.

Berdasarkan data Online Single Submission (OSS), terdapat sekitar lima ribu pelaku UMKM yang telah terdaftar dalam sistem perizinan berusaha secara elektronik.

Untuk meningkatkan daya saing tersebut, Pemerintah Abdya saat ini juga intensif melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, legalitas usaha hingga pemenuhan standar yang dibutuhkan pasar modern.

Selain itu, sebanyak 55 produk UMKM di Kabupaten Abdya juga sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Sertifikasi halal tersebut memberikan jaminan kehalalan, keamanan, dan kehigienisan produk sesuai syariat Islam.

Produk Lokal Kini Tembus Ritel Modern 

Kehadiran ritel modern di Kabupaten Abdya menghadirkan babak baru bagi pelaku UMKM.

Kebijakan Pemerintah Abdya yang mewajibkan gerai ritel modern menampung hingga 30 persen produk lokal membuka ruang lebih luas bagi produk daerah untuk masuk ke pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut adalah Aliya Cake.

Produk olahan milik Dien Fitrianti Meutia itu, kini tidak hanya dipasarkan di gerai Indomaret di Abdya, tetapi juga telah merambah sejumlah gerai di luar daerah.

“Setelah melalui proses kurasi yang sangat ketat dan beberapa kali meeting serta diskusi dengan pihak Indomaret regional, dua produk kami diterima dan diberikan kesempatan untuk dipasarkan di gerai Indomaret,” kata Yanti--sapaan akrab Dien Fitrianti Meutia.

Bagi Yanti, kesempatan masuk ke jaringan ritel nasional merupakan angin segar bagi pelaku usaha lokal.

Menurutnya, akses pasar yang lebih luas mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari kemasan, standar produksi, hingga konsistensi pasokan.

Dengan hadir di rak ritel modern, produk lokal juga memperoleh peluang untuk bersaing dengan produk dari skala provinsi maupun nasional.

Saat ini, terdapat dua produk Aliya Cake yang telah dipasarkan melalui jaringan Indomaret, yakni Chizz Stick dan Choco Peanut Cookies.

Kedua produk tersebut, kata dia, mendapat respons positif dari konsumen sejak pertama kali dipasarkan.

“Setiap kali stok di gerai habis, pihak ritel langsung menghubungi kami untuk segera memasok kembali produk kita,” ujarnya.
Permintaan yang terus meningkat membuat Aliya Cake mulai merasakan perubahan signifikan dalam perkembangan usahanya.

Yanti menilai, komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses bagi produk lokal menjadi salah satu faktor penting yang mendorong UMKM Abdya naik kelas dan dikenal lebih luas.

Perjalanan Aliya Cake sendiri tidak berlangsung secara instan.

Sebelum produknya masuk ke jaringan ritel modern, usaha tersebut lebih banyak mengandalkan sistem konsinyasi di sejumlah swalayan lokal.

Momentum penting datang ketika Aliya Cake mengikuti Expo Barsela, sebuah kegiatan promosi produk lokal yang digagas Bupati Abdya, Safaruddin ketika masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Aceh.

“Setelah mengikuti Expo Barsela, produk kami semakin dikenal. Permintaan meningkat, bukan hanya dari masyarakat Abdya, tetapi juga dari wilayah Barsela,” tutur Yanti.

Peningkatan permintaan itu kemudian mendorong Aliya Cake untuk berani membuka toko offline dan memperluas skala usahanya.

Menurut Yanti, kegiatan promosi seperti expo memiliki pengaruh besar dalam memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

Bansos Usaha Ekonomi Produktif Dorong UMKM Naik Kelas

Bukan cuma menciptakan peluang peningkatan ekonomi, Pemerintah Abdya menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa sarana usaha ekonomi produktif kepada ratusan warga penerima manfaat di daerah itu.

Bantuan yang terdiri atas paket usaha kios, mesin jahit, dan gerobak kuliner tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya usaha-usaha mandiri di tengah masyarakat.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang berupaya meningkatkan taraf hidupnya.

Bansos usaha ekonomi produktif ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Abdya untuk membantu masyarakat agar mampu bangkit, berusaha, mandiri, serta meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga.

“Bantuan yang disalurkan bukan sekadar pemberian sosial yang bersifat konsumtif, melainkan bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Abdya. 

“Program tersebut, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Abdya yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan angka kemiskinan, serta penciptaan lapangan kerja,” kata Safaruddin.

Sebagai salah satu keberpihakan Pemerintah Abdya terhadap peningkatkan ekonomi rakyat, Bupati Safaruddin membungkus HUT ke-24 Abdya Tahun 2026, dengan even ‘Meuseraya Toet Lemang’.

Even tersebut membawa berkah bagi masyarakat Abdya.

Menurut catatan dari Pemerintah Abdya, pada even itu perputaran uang di tengah-tengah masyarakat mencapai Rp 5 miliar.

Jumlah itu berasal dari hasil penjualan bambu, beras ketan, kelapa, daun pisang, dan juga jajanan dari pelaku UMKM.

Pada momen tersebut, Pemerintah Abdya juga berhasil meraih dua rekor MURI sekaligus, yaitu jumlah lemang dan tape terbanyak.

Alsintan Bantu Petani Tingkatkan Produksi Padi

Pada sektor pertanian, Pemerintah Abdya terus berpacu dengan melakukan penguatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam rangka membantu petani untuk meningkatkan produksi padi, sehingga berdampak pada pendapatan mereka.

Sejak tahun 2025, ratusan alat penunjang pertanian hasil lobi Bupati Safaruddin ke Pemerintah Pusat sudah didatangkan ke Abdya.

Di samping itu, juga ada bantuan benih, dan perbaikan infrastruktur irigasi, serta optimalisasi lahan (oplah) rawa yang mencapai 7 ratus hektare lebih.

Hadirkan KNMP untuk Naikkan Taraf Hidup Nelayan

Khusus untuk sektor kelautan, Pemerintah Abdya terus melakukan berbagai upaya guna meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan.

Pada tahun 2025, Bupati Safaruddin berhasil melobi Pemerintah Pusat untuk menghadirkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng. 

Hasilnya, KNMP tersebut sudah dibangun dan sedang menunggu proses peresmian.

Pada tahun 2026, Pemerintah Abdya juga mendapatkan dua KNMP tambahan yang akan dibangun di Kecamatan Setia dan Susoh.

Selain itu, Pemerintah Abdya juga memberikan bantuan berupa alat navigasi, dan pencarian ikan (fist finder), serta jaring kepada para nelayan guna mereka memudahkan dalam mencari nafkah di lautan luas.

Kebijakan dan bantuan Pemerintah Abdya tersebut semuanya bermuara untuk meningkatkan perekonomian para nelayan.  

Pemerintah Abdya terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Termasuk pada tahun 2026 ini, memberikan ruang besar kepada petani kopi dan nilam dengan menyalurkan bantuan bibit gratis serta melakukan pendampingan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.