Kebakaran Lahan di Limapuluh Kota, Api Muncul di Lahan Kosong Milik Warga
afrizal September 05, 2026 11:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, LIMAPULUH KOTA- Lahan seluas 10.000 meter persegi atau satu hektare dilalap si jago merah di Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (5/9/2026) malam.

Kebakaran terjadi di lahan milik warga yang lokasinya berada tidak jauh dari permukiman.

Kondisi tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus bergerak cepat agar api tidak menjalar dan mengancam rumah warga.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota, Budi Sanjaya, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya sekira pukul 19.16 WIB.

Baca juga: Kabut Asap Kepung Sumbar, Gubernur Minta Penanganan Karhutla Diperketat

"Setelah laporan kita terima, personel langsung bergerak menuju lokasi. Api berada di lahan yang dekat dengan permukiman sehingga penanganan dilakukan secepatnya," kata Budi Sanjaya saat dihubungi.

Ia menyebut, petugas berangkat sekitar pukul 19.21 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 19.30 WIB.

Proses pemadaman dan penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 20.55 WIB.

Dalam penanganan tersebut, petugas mengerahkan satu unit armada Damkar Kabupaten Limapuluh Kota, satu unit dari Damkar Kota Payakumbuh serta satu unit dari BPBD.

"Sedangkan jumlah personel yang dikerahkan, tercatat sebanyak 18 orang. Selain itu pemadaman juga dibantu tim gabungan," jelasnya.

Menurut Budi, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Yurizon, yang melihat api membakar lahan kosong di sekitar permukiman warga.

Saksi kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota.

"Beruntung tidak ada bangunan yang terbakar dalam kejadian tersebut," sebutnya.

Kata Budi, posisi lahan yang terbakar berada di dekat permukiman, sehingga membuat satu rumah warga sempat berada dalam potensi terdampak.

Baca juga: Sempat Membara, Karhutla di Tiga Titik Dharmasraya Berhasil Dipadamkan Petugas Gabungan

Akan tetapi berkat penanganan petugas gabungan, rumah tersebut berhasil diselamatkan.

"Untuk korban jiwa maupun luka-luka nihil. Rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga berhasil diselamatkan sehingga tidak sampai terdampak api," ujarnya.

Dugaan Penyebab Kebakaran

Budi menyebut, berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipengaruhi kondisi cuaca panas atau ekstrem.

Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu dipastikan lebih lanjut.

"Tapi belum dapat dipastikan, asumsi awal kita karena kondisi cuaca ekstrem," pungkasnya.

Penanganan kebakaran melibatkan Damkar Kabupaten Limapuluh Kota Posko Harau, Damkar Kota Payakumbuh, BPBD, kepolisian dan masyarakat setempat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.