BANGKAPOS.COM - Inilah profil Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono yang minta maaf soal kasus ratusan santri diduga keracunan MBG.
Trenggono mendatangi Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah ratusan santri diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Trenggono hadir untuk melihat secara langsung kondisi para santri sekaligus mengetahui proses penanganan yang dilakukan di lokasi.
Ia juga bertemu dengan pihak pengasuh pondok pesantren dan menyampaikan permintaan maaf dari BGN atas kejadian tersebut.
Dalam kunjungannya, Trenggono didampingi sejumlah pejabat pemerintah.
Baca juga: Timnas Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal 3 Laga Grup dan Format Pertandingan
Ia mengatakan kedatangan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
“Kami dari BGN, kemudian Ibu Menteri, langsung dari Kementerian PPA, kemudian dari Staf Kepresidenan hadir di sini dalam melihat dari dekat kejadian yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam,” kata Trenggono, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 740 santri disebut terdampak dalam kejadian tersebut.
Sebanyak 22 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan santri lainnya telah diperbolehkan pulang dan dilaporkan dalam kondisi baik.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan program MBG, terutama mengenai keamanan makanan serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku di dapur penyedia makanan.
Selain memantau kondisi korban, Trenggono menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pesantren dan para penerima manfaat MBG.
“Kami sampaikan juga permohonan maaf kami atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasikan dapur sehingga ada kejadian ini,” katanya.
Ia menyebut dugaan kelalaian maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur akan menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut.
Trenggono juga memberikan apresiasi kepada Bupati Sidoarjo Subandi karena dinilai cepat dalam menangani para santri yang mengalami gangguan kesehatan.
Sebagai langkah awal, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara.
BGN akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab insiden secara lebih menyeluruh.
Tidak hanya menghentikan operasional SPPG, Trenggono juga memastikan kepala dapur diberhentikan dari tugasnya.
"Kemudian, kepala dapur kita copot. Kita berhentikan. Nanti kita cek apakah ada hal-hal unsur lain yang kira-kira membuat kejadian fatal ini," kata dia.
Meski demikian, Trenggono belum menyampaikan adanya pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan terlibat langsung dalam pengawasan program MBG, Trenggono merupakan perwira TNI yang pernah menduduki posisi Direktur Umum Akademi Militer Magelang.
Jabatan tersebut dilepas pada Agustus 2024 ketika dirinya masih berpangkat Brigjen TNI.
Setelah itu, Trenggono memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayjen dan dipercaya sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Saat berada di PT Agrinas, Trenggono juga pernah turun langsung meninjau pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam penanganan kasus di Sidoarjo, Trenggono mengambil sejumlah langkah, mulai dari mendatangi lokasi, menyampaikan permintaan maaf atas nama BGN hingga menghentikan sementara operasional SPPG yang berkaitan dengan insiden.
(Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)