Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kini berstatus Level III atau Siaga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamsel Maturidi mengatakan hingga saat ini peningkatan aktivitas vulkanik GAK belum berdampak terhadap aktivitas masyarakat setempat.
“Kondisi saat ini Gunung Anak Krakatau aman. Walaupun terkadang masih melakukan erupsi akan tetapi tidak memengaruhi warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” katanya di Kalianda, Sabtu.
Pihaknya erus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung api di kawasan Selat Sunda tersebut, termasuk mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat pesisir.
Ia menyebutkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung setelah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9).
Erupsi tersebut disertai semburan lava pijar atau lava fountain yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.
Berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, kolom abu vulkanik GAK mencapai sekitar Flight Level (FL) 480 atau setara 14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan sebaran abu bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.
BPBD bersama perangkat daerah terkait terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta petugas vulkanologi di Pos Pengamatan GAK di Hargo Pancuran.
“Selalu berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan petugas Badan Vulkanologi yang berada di Hargo Pancuran untuk mengamati situasi dan kondisi GAK,” ujarnya.
Selain itu, Desa Tangguh Bencana di Desa Rajabasa dan Pulau Sebesi terus diaktifkan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak aktivitas GAK.
BPBD juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, agar tidak mendekati kawasan GAK dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.
“Diimbau kepada seluruh warga masyarakat, nelayan, wisatawan untuk tidak mendekati GAK radius tiga kilometer, serta untuk selalu tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Maturidi.
Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan.
Warga juga dianjurkan menutup sumur dan sumber air terbuka untuk mencegah masuknya debu vulkanik yang berpotensi mencemari sumber air.
Dirinya meminta masyarakat selalu mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Syahbandar, maupun BPBD setempat serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum mendapatkan verifikasi.
Masyarakat yang mengalami kondisi darurat atau membutuhkan penanganan kebencanaan dapat menghubungi Call Center BPBD Lampung Selatan di nomor 0823-5892-4600.
Pemkab setempat mengajak masyarakat tetap menjalankan aktivitas secara normal dengan meningkatkan kewaspadaan, disiplin menerapkan langkah mitigasi, dan mengikuti arahan instansi berwenang guna menjaga keselamatan bersama.





