UPJ Wisuda 700 Mahasiswa, Lulusan Dapat Pembekalan Kerja di Living Lab
Erik S September 06, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menyelenggarakan wisuda mahasiswa yang ke 12 diikuti 700 mahasiswa dari 11 program studi di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Wisuda ini diselenggarakan bertepatan dengan Dies Natalis ke-15 bertema “Journey Towards Excellence.”

Hal menarik dari para wisudawan ini adalah mereka tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga dibekali dengan pengalaman kerja melalui pendekatan Living Lab untuk memenuhi kebutuhan dunia industri dan perkembangan dunia profesional.

Program Living Lab ini membawa mahasiswa belajar di lingkungan dunia kerja yang nyata bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di bawah grup Pembangunan Jaya.

"Pengalaman yang didapat mahasiswa selama proses belajar harus bisa menjadi bagian dari solusi di masyarakat," kata Rektor UPJ, Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D., usai acara wisuda.

"Kami ingin mahasiswa kami menjadi bagian dari solusi karena di masa depan ada tantangan lain. Di UPJ, Living Lab ini melibatkan 20 lebih anak usaha Pembangunan Jaya yang menjadi tempat magang, internship dan berpraktek di sana. Bisa juga praktisi Pembangunan Jaya datang ke UPJ untuk mengajar. Mahasiswa yang selesai magang yang prestasinya baik bisa diterima sebagai karyawan," kata Prof. Elisabeth Rukmini.

Pihaknya juga membekali mahasiswa dengan sertifikasi keterampilan mahasiswa sebelum lulus, misalnya yang berkaitan dengan AI dan sertifikasi lainnya yang berkaitan dengan keilmuan mereka.

Di wisuda kali ini, Gracela Valencia mahasiswi asal Pontianak dari jurusan Psikologi dinyatakan sebagai wisudawan terbaik dengan nilai IPK 3,81 yang dia selesaikan selama 4 tahun kuliah.

Baca juga: 50 Ucapan Selamat Wisuda yang Berkesan untuk Teman, Sahabat, dan Keluarga

Prof Elisabeth mengatakan penilaian lulusan terbaik di wisuda kali ini tidak hanya dinilai dari indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa tapi juga dari keterlibatan dalam kegiatan pengabdian di masyarakat, keterlibatan dalam berorganisasi di kampus, sikap selama belajar di kampus, serta daya saing.

Gracela Valencia merupakan salah satu mahasiswa yang mengikuti program magang. Baginya, hal ini membawa tantangan tersendiri terutama untuk membagi waktu antara bekerja magang dengan menyelesaikan tugas kuliah.

"Jadi ingin sangat challenging (menantang)," ungkapnya.

Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D., menjelaskan, melalui magang, proyek industri, kerja profesi, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai mitra, mahasiswa mendapat kesempatan menguji pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, bekerja lintas disiplin, dan menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri maupun masyarakat.

Menurutnya, pendekatan Living Lab menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi perubahan dunia kerja. 

Pendekatan tersebut tercermin dalam perjalanan lulusan UPJ memasuki dunia profesional. Pada tahun akademik 2024/2025, dari 652 wisudawan, sebanyak 202 orang telah bekerja sebelum pelaksanaan wisuda.

Di sisi lain, ekosistem akademik UPJ terus mendorong mahasiswa dan dosen menghasilkan pengetahuan serta kontribusi di luar ruang kelas.

Baca juga: Hadiri Wisuda IPDN, Mendagri Tekankan ASN harus Mampu Beradaptasi dan Layani Masyarakat yang Beragam

Selama tahun akademik 2025/2026, UPJ mencatat 19 penelitian, 451 publikasi, dan 119 kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa juga meraih 77 prestasi akademik dan 125 prestasi non-akademik.

“Sebagai bagian dari Grup Pembangunan Jaya, UPJ menjadikan kawasan, perusahaan, proyek, dan jejaring profesional Jaya sebagai Living Lab tempat mahasiswa belajar dari persoalan nyata," ungkapnya.

Karena itu,  untuk menuju 2030, perguruan tingginya berkomitmen melahirkan lulusan yang mampu membaca perubahan, menciptakan solusi, serta memberi dampak bagi industri dan masyarakat.

Presiden UPJ, Ir. Frans Satyaki Sunito, mengatakan pendidikan di UPJ tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman penerapannya di lingkungan unit usaha Pembangunan Jaya, tetapi juga membekali mahasiswa dengan nilai-nilai Jaya.

“Esensi dari nilai-nilai ini adalah Integritas dan Keadilan, yang saya percaya akan menjadi landasan moril yang kokoh bagi segenap lulusan UPJ untuk pembentukan karakter yang tangguh, guna memastikan keberhasilannya dalam meniti karier ke depan.”

Saat ini UPJ memiliki 10 program studi S1 dan 1 program studi arsitek. Dengan dikukuhkannya 700 lulusan tahun 2026 pada hari ini, total jumlah alumni UPJ kini mencapai 4.116 orang yang berkiprah di berbagai bidang profesional.

Wisuda ke-12 ini turut dihadiri pimpinan Grup Pembangunan Jaya, antara lain Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Trisna Muliadi dan Direktur PT Pembangunan Jaya Yohanes Henky Wijaya, serta Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum.

Mantan Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Suhardi Alius hadir sebagai inspirational speaker dan berbagi perspektif mengenai kepemimpinan, integritas, perjalanan profesional, serta tantangan generasi muda, disusul paparan inspiratif dari Cak Lontong.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.