Dua Bulan Tanpa Air Bersih, Warga Wolomotong Sikka NTT Bertahan dengan Air Keruh
Hilarius Ninu September 06, 2026 12:47 AM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Krisis air bersih melanda warga Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama lebih dari dua bulan akibat musim kemarau panjang.

Kini warga masih terus bertahan dengan cara mengkonsumsi air keruh karena tidak ada alternatif lainnya. 

Setiap pagi dan sore, Kali kecil yang terletak di pinggir kampung Siku Eha, Dusun Eha, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, NTT dipadati warga yang datang membawa wadah untuk mengambil air. 

Satu persatu, mereka mengantri untuk mengayung air keruh di beberapa titik genangan. 

Baca juga: Sumur Bor Ada, Air Bersih Belum Mengalir : Penantian Warga Orinmude Sikka

 

 

Untuk mendapatkan air keruh itu, warga harus berjalan kaki ratusan meter menelusuri kali kecil Wair Re'et. Selanjutnya warga mengais air di genangan keruh untuk kebutuhan sehari-harinya.

Meski sudah mendapatkan air, warga harus perlahan-lahan menggayung air, agar tidak kotor dan bercampur tanah dan bebatuan kecil. 

Debit air yang sedikit membuat warga harus mengantre hingga satu sampai dua jam. Bahkan, mereka harus menempuh jarak sekitar satu kilometer bolak-balik hingga beberapa kali dalam sehari untuk mendapatkan air.

Sebelum dikonsumsi, air keruh didiamkan selama semalam agar tanah dan kotoran terpisah. Selanjutnya air dikonsumsi untuk minum, memasak dan mandi. Selain genangan air di sungai, warga juga sering mengkonsumsi air hujan untuk kebutuhan sehari-harinya.

Warga terpaksa menggunakan air keruh ini, karena sumber air di wilayah itu mengering selama dua bulan terakhir ini. 

"Disini air susah, ambil airnya stengah mati, satu jerigen itu, satu dua jam baru penuh, airnya agak keruh juga,terpaksa kami minum, harus disaring lagi, kalau sampai rumah itu, baru masak, kesulitan air ini sudah dua bulan yang lalu sudah, sudah lewat dua bulan, " Kata Nikolaus, Warga setempat, Sabtu 5 September 2026.

Menurut warga, bagi warga yang mempunyai uang, bisa membeli air tangki dengan ukuran lima ribu liter dengan harga Rp. 500 ribu rupiah. Sementara itu, warga lainnya harus patungan agar bisa membeli air. 

Namun warga lain yang tidak mempunyai uang, terpaksa harus menggunakan air keruh itu. 

Warga hanya bisa berharap perhatian dari Pemerintah untuk mengatasi kesulitan air minum bersih di Desa Wolomotong. (awk) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.