TRIBUNNEWSSULTRA.COM, MUNA – Kakek La Baadi (63), warga Desa Wuna, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang sempat dilaporkan hilang di hutan akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Dalam rilis yang diterima, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan dari tim lapangan sekitar pukul 22.26 WITA.
Berdasarkan laporan tersebut, korban sudah kembali ke rumahnya sejak pukul 19.00 WITA.
"Korban kembali ke rumahnya dalam keadaan selamat dengan diantar pihak keluarga. Menurut keterangan keluarga, korban tersesat selama tiga hari di dalam hutan dan secara tiba-tiba terlihat sekitar 50 meter dari Last Known Position (LKP) atau titik lokasi terakhir diketahui," ujar Amiruddin.
Setelah ditemukan, La Baadi duduk santai bersama Tim SAR yang telah turut mencarinya.
Ia mengenakan kemeja berwarna hijau dan peci di kepalanya.
La Baadi lalu menceritakan caranya bertahan hidup di dalam hutan yang luas.
Dirinya sempat menunjukkan gumpalan rumput kering menyerupai tembakau.
Baca juga: 12 Kasus Kecelakaan Kapal Terjadi di Sulawesi Tenggara Januari-Maret 2026, 1 Orang Hilang
Katanya, ia mengunyah benda tersebut untuk merasa kelaparan.
"Selama di hutan da makan ini, kayak makan sirih," tutur salah satu Tim SAR dikutip dalam rekaman video yang diterima TribunnewsSultra.com.
La Baadi nampak sesekali tersenyum, saat bercerita di hadapan Tim SAR dan warga.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (3/9/2026) usai pergi ke hutan untuk memasang jerat ayam hutan, sekitar pukul 07.00 WITA.
Namun hingga keesokan harinya, korban tak kunjung pulang ke rumah.
Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian awal di lokasi biasa korban memasang jerat.
Saat itu, warga hanya menemukan botol air minum dan kotak rokok milik korban.
Karena pencarian mandiri tak membuahkan hasil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak Basarnas.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Tim SAR Gabungan menerjunkan personel dari Unit Siaga SAR Muna, Polsek Tongkuno, aparat desa, warga sekitar, hingga pihak keluarga untuk mencari korban.
Tim dilengkapi dengan rescue car, peralatan medis, alat evakuasi, serta sarana komunikasi.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR kondisi membahayakan manusia di hutan Desa Wuna resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
"Seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian kini telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," pungkas Amiruddin.
(*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)