Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 3 Rute Dibatalkan dan Sejumlah Jadwal Ditunda
Erik S September 06, 2026 02:35 AM

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG SELATAN- Abu vulkanik dari Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak terhadap penerbangan di Lampung, Sabtu (5/9/2026) malam.

Akibatnya, manajemen Bandara Internasional Radin Inten II Lampung membatalkan tiga jadwal penerbangan dari dan menuju Lampung.

Bandara ini terletak di Jl. Alamsyah Ratu Prawira Negara No.KM. 28, Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Langkah penghentian operasional sementara ini diambil otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan penerbangan, seluruh penumpang, serta kru pesawat. 

Paparan debu vulkanik di jalur udara dinilai berisiko tinggi terhadap kinerja mesin pesawat sehingga ruang udara di sekitar rute perlintasan ditutup sementara.

Selain pembatalan tiga rute pada Sabtu malam, sejumlah jadwal penerbangan untuk Minggu (6/9/2026) dipastikan turut mengalami penundaan kedatangan maupun keberangkatan (delay).

Pihak pengelola bandara kini berkoordinasi intensif dengan maskapai penerbangan dan instansi teknis guna memantau perkembangan sebaran abu vulkanik di lapangan.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, membenarkan bahwa keputusan pembatalan rute malam ini murni dipicu oleh faktor keselamatan operasional di udara.

"Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penyebaran abu vulkanik hingga mengganggu ruang udara penerbangan. Pembatalan ini dilakukan guna menjaga keselamatan, baik penumpang maupun kru pesawat," ujar Kiki, dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga: BPBD Sebut Belum Ada Laporan Resmi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi di Banten

Berdasarkan data resmi manajemen bandara, tiga rute penerbangan yang membatalkan operasionalnya pada Sabtu malam meliputi:

  • TransNusa 8B 5205: Cengkareng (CGK) – Lampung (TKG)
  • TransNusa 8B 5206: Lampung (TKG) – Jakarta (CGK)
  • Lion Air JT 242: Cengkareng (CGK) – Lampung (TKG)
     

Sementara itu, beberapa armada maskapai yang dipastikan mengalami penundaan jadwal (delay) pada Minggu, 6 September 2026, di antaranya:

  • Garuda Indonesia GA 073: Lampung (TKG) – Jakarta (CGK)
  • Citilink Indonesia QG 904: Cengkareng (CGK) – Lampung (TKG)
  • Citilink Indonesia QG 905: Lampung (TKG) – Jakarta (CGK)

Kiki menambahkan, pihak Injourney Airports Bandara Internasional Radin Inten II terus berkoordinasi secara berkala dengan pihak otoritas penerbangan dan maskapai terkait penanganan calon penumpang yang terdampak.

"Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Radin Inten II, kami imbau untuk memantau status penerbangan secara berkala dan berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai," pungkas Kiki.

Bandar Lampung Diselimuti Abu Vulkanik

Kota Bandar Lampung diselimuti abu vulkanik pada Sabtu (5/9/2026) malam.

Material debu halus berwarna keabu-abuan tersebut merata menutupi pemukiman warga di beberapa kecamatan, meliputi Rajabasa, Tanjungkarang Pusat, Sukarame, hingga Kemiling. 

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Fenomena Lava Fountain Teramati

Fenomena yang memicu kekhawatiran warga ini terjadi menyusul peningkatan aktivitas vulkanik GAK di perairan Selat Sunda yang tercatat meletus berulang kali dalam kurun waktu berdekatan.

Merespons peristiwa tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung langsung mengerahkan armada untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah jalan protokol.

Prana (24), warga Rajabasa Jaya, mengaku kaget saat mengetahui lantai beranda rumahnya dipenuhi debu tebal usai melangkah keluar.

"Saya awalnya tidak sadar. Pas keluar rumah menuju beranda, kaki terasa tebal seperti kena debu. Pas saya usap, ternyata abu semua," kata Prana, Sabtu (5/9/2026).

Setelah memeriksa lingkungan sekitar dan mengonfirmasi ke rekan-rekannya melalui media sosial, Prana baru menyadari bahwa material halus tersebut berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ia mengaku ini merupakan kali pertama merasakan dampak abu vulkanik GAK sampai ke kawasan tempat tinggalnya di Bandar Lampung.

Pengalaman serupa dirasakan Izan (21), seorang mahasiswa yang tinggal di kawasan tempat indekos Kelurahan Sukarame. Ia mendapati sepeda motor dan area sekitar kosnya mendadak tertutup endapan abu halus secara tiba-tiba.

Fenomena hujan abu di pusat kota ini bertepatan dengan intensitas erupsi GAK di Selat Sunda yang mengalami peningkatan drastis hingga puluhan kali letusan dalam sehari.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Suaranya Terdengar hingga Pulau Sebesi

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, BPBD bersama Damkarmat menerjunkan personel untuk menyiram ruas-ruas jalan utama guna membersihkan endapan abu vulkanik yang berisiko membahayakan pengguna jalan.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat lapangan langsung digelar sembari berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Sesuai arahan Wali Kota, BPBD bersama Damkarmat malam ini melakukan penyemprotan di sejumlah jalan protokol, seperti Jalan Yos Sudarso dan Jalan Gatot Subroto, untuk membersihkan debu vulkanik yang terbawa angin dan mengendap di jalanan," jelas Idham.

Selain sterilisasi jalan, Idham mengingatkan warga Kota Bandar Lampung agar senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memantau perkembangan resmi dari kanal pemerintah agar tidak termakan isu hoaks.

 

dan

Kota Bandar Lampung Diselimuti Abu Vulkanik, Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.