Erupsi Anak Krakatau Berlanjut, Abu Vulkanik Terdeteksi hingga Tanggamus dan Bandar Lampung
Erik S September 06, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG SELATAN- Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda dikabarkan masih erupsi hingga Sabtu (5/9/2026) malam.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, aktivitas erupsi yang terjadi saat ini masih dihitung sebagai satu kali kejadian.

Erupsi tersebut mulai tercatat sejak pukul 12.18 WIB dan berlangsung secara terus-menerus tanpa jeda hingga saat ini.

"Erupsi yang terjadi saat ini masih dihitung satu kali kejadian karena berlangsung terus-menerus tanpa jeda sejak pukul 12.18 WIB," kata Suwarno, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas letusan baru akan dicatat sebagai kejadian erupsi berbeda apabila letusan sebelumnya telah berhenti sepenuhnya dan terdapat jeda sebelum kembali terjadi letusan.

"Kalau erupsi sebelumnya sudah berhenti total, kemudian ada jeda dan terjadi letusan lagi, itu baru dihitung sebagai kejadian berikutnya," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, kolom abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 150 meter di atas puncak.

Suwarno menyebut, arah angin saat erupsi membawa material abu vulkanik menuju barat laut. "Kolom abu kurang lebih 150 meter dan terbawa angin ke arah barat laut," ujarnya.

Sebaran abu vulkanik tersebut dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah di Lampung. Di antaranya kawasan Tanjung Karang, Bandar Lampung, hingga wilayah Tanggamus.

Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hujan Abu Terjang Pelabuhan Merak Hingga Bogor

Warga di sejumlah permukiman di wilayah terdampak juga melaporkan adanya paparan debu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa material erupsi GAK tidak hanya terpantau di sekitar kawasan gunung, tetapi juga mulai terbawa angin hingga ke wilayah daratan Lampung.

Petugas pemantauan terus melakukan pengamatan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk perubahan tinggi kolom abu dan arah sebaran material vulkanik.

Abu Mulai Turun di Bandar Lampung Sejak Salat Isya

Rumah Wahyu Hidayat di kawasan Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Teluk Betung Utara (TBU), Bandar Lampung juga terdampak debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK)

Terdapat debu berwarna kecokelatan di rumah tersebut pada Sabtu (5/9/2026) malam.

Menurut dia, debu itu dilaporkan mulai turun ke kawasan permukiman warga sekitar waktu Salat Isya, atau sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WIB.

Sebelumnya, saat memasuki waktu magrib, kondisi lingkungan warga masih terpantau normal.

Dia menduga debu itu berasal dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. "Debu mulai dirasakan di rumah. Di Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Teluk Betung Utara," kata Wahyu yang juga Humas BPBD Lampung ini, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, debu yang turun memiliki warna kecokelatan dan cukup mudah terlihat setelah menempel di berbagai permukaan. Debu tersebut tampak menempel pada kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil.

Ia menyebut sebaran debu terasa cukup merata di lingkungan permukiman dan kawasan sekitar. Kemunculan debu ini kemudian dikaitkan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini masih mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

Wahyu mengatakan dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait. "Untuk asal debunya masih perlu dipastikan. Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait untuk mengetahui apakah memang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Fenomena Lava Fountain Teramati

Warga diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila debu vulkanik kembali turun atau kondisi udara berubah.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan debu apabila sebaran abu vulkanik semakin meluas.

Abu Vulkanik Mencapai Jawa Barat

Sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat terdampak abu vulkanik dari aktivitas erupsi gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026) malam.

BPBD Kabupaten Sukabumi menerima informasi sebaran abu vulkanik tersebut kini sudah dirasakan oleh sejumlah warga setempat.

Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Daeng Sutisna meminta masyarakat agar mengenakan masker saat berkegiatan di luar rumah.

Ia juga meminta pada pengendara sepeda motor, selain memakai masker, agar dapat melakukan perlindungan diri seperti memakai kaca pelindung mata.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.