TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperingatkan potensi banjir rob atau banjir pesisir menerjang sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 6-13 September 2026.
Wilayah pesisir yang terdampak banjir rob mulai dari pesisir Pulau Sumba, Pulau Flores hingga Alor, Pulau Timor hingga Rote dan Sabu-Raijua.
BMKG menjelaskan potensi banjir pesisir ini disebabkan adanya fenomena fase perigee pada Senin (7/9/2026) dan fase bulan baru pada Jumat (11/9/2026) berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.
Baca juga: Prakiraan Cuaca NTT Sepekan ke Depan Cerah Berawan, Potensi Hujan Ringan 8-10 September 2026
Pada wilayah-wilayah terdampak BMKG mengimbau dampak pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Oleh karena itu BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di pesisir selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut.
Dikutip dari laman resmi NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), menjelaskan perigee merupakan fenomena ketika bulan berada di titik terdekat dengan Bumi dalam orbit elipsnya, yang memiliki dampak signifikan pada pasang surut air laut. Fenemona ini terjadi sekitar sekali setiap 28 hari dan menyebabkan tarikan gravitasi bulan terhadap Bumi menjadi lebih kuat, menghasilkan pasang surut .
Baca juga: BMKG Catat 12.438 Gempa Susulan Flores, M4,6 Kembali Guncang Manggarai Sabtu Pagi
Ketika perigee bertepatan dengan fase bulan baru atau purnama, fenomena ini disebut perigean spring tide. Hal ini mengakibatkan pasang tinggi menjadi lebih tinggi dari biasanya dan pasang rendah menjadi lebih rendah.
Pantau informasi cuaca maritim dari BMKG melalui maritim.bmkg.go.id atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (Sumber: bmkg.go.id/TribunFlores.com)