Update Kondisi Terkini Bandara Supadio Pontianak: Penerbangan Mulai Dibuka Usai Kabut Asap Mereda
Faiz Iqbal Maulid September 06, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak, Maya Damayanti mengungkap kondisi terkini Bandara Internasional Supadio di tengah gangguan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kalimantan Barat (Kalbar).

Terbaru, sejumlah penumpang Lion Air Group yang sebelumnya terdampak gangguan penerbangan pada 3-4 September 2026 mulai dapat diberangkatkan.

Hal itu karena jarak pandang atau visibility mulai membaik.

Sebagian penumpang juga mendapatkan sejumlah opsi kebijakan dari maskapai, salah satunya pengembalian dana atau refund tiket penerbangan.

"Sejumlah penumpang pesawat maskapai Lion Air Group yang sebelumnya pada tanggal 3-4 September 2026 belum bisa diberangkatkan karena gangguan penerbangan akibat kabut asap Karhutla, sudah dapat diberangkatkan sejalan dengan membaiknya jarak pandang," kata Maya Damayanti, Sabtu 5 September 2026.

Sebagai langkah mitigasi terhadap gangguan penerbangan, pihak Bandara Supadio membuka terminal penumpang untuk memfasilitasi calon penumpang Lion Air Group yang masih menunggu kepastian keberangkatan.

Pihak bandara juga menyediakan fasilitas pelayanan serta air minum kemasan bagi calon penumpang hingga adanya informasi terbaru mengenai status penerbangan dari maskapai.

• 17 Penerbangan di Bandara Supadio Sempat Dibatalkan, Hari Ini Mulai Dibuka Kembali

Personel dan manajemen Bandara Supadio turut mendampingi calon penumpang yang terdampak, termasuk mereka yang harus menunggu dan menginap di area terminal.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, memberikan ketenangan kepada calon penumpang, serta menjaga situasi terminal tetap tertib dan aman.

17 Penerbangan Lion Air Batal

Lebih lanjut, Maya menyebut 17 penerbangan Lion Air Group yang dibatalkan karena jarak pandang yang terbatas pada 3 September 2026.

Namun, ketika jarak pandang membaik dan dinilai aman untuk penerbangan, empat pesawat berhasil diberangkatkan.

Keempat penerbangan tersebut yakni Lion Air JT 837 rute Pontianak-Surabaya, Super Air Jet IU 697 rute Pontianak-Jakarta, Lion Air JT 989 rute Pontianak-Batam, serta Super Air Jet IU 681 rute Pontianak-Jakarta.

Menurut Maya, gangguan penerbangan dalam beberapa hari terakhir terjadi karena kabut asap Karhutla menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara berubah secara dinamis.

"Pada satu waktu jarak pandang baik dan aman bagi pesawat untuk take off ataupun landing. Namun pada waktu lainnya, jarak pandang berkurang menjadi sangat rendah sehingga tidak memungkinkan pesawat untuk take off atau landing karena membahayakan keselamatan penerbangan," jelasnya.

Karena kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, operasional penerbangan di Bandara Supadio terus dipantau secara berkala.

Pesawat yang sedang dalam perjalanan menuju Bandara Supadio dapat mengalami kendala jarak pandang ketika akan mendarat.

Sementara pesawat yang sudah berada di bandara dan akan terbang dapat diminta menunggu hingga kondisi kembali aman.

• Jadwal Penerbangan 7 Pesawat Terganggu Akibat Kabut Asap di Bandara Supadio Pontianak

Garuda Sempat Gagal Mendarat

Sebelumnya, penerbangan maskapai Garuda Indonesia dilaporkan gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar diduga karena faktor kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu 2 September 2026.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Joko Wahyudi membenarkan hal itu.

Ia menyebut pesawat Garuda Indonesia itu terpaksa kembali ke Jakarta.

“Untuk penerbangan Garuda, ada satu flight yang gagal landing dan kembali ke Jakarta,” kata Joko Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu pagi.

Selain penerbangan Garuda tersebut, Joko menyebutkan terdapat tiga penerbangan lain yang mengalami keterlambatan di Supadio yaitu pesawat 1 pesawat Garuda dan 2 pesawat Batik Air.

“Ada juga tiga penerbangan yang mengalami delay,” ujarnya.

Sebagai informasi, Maya Damayanti adalah General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio Pontianak

Ia telah mengemban tugas itu sejak 2026.

Maya juga dikenal tegas dalam menjaga profesionalisme lingkungan kerja, serta aktif mendorong peningkatan layanan dan kenyamanan penumpang di bandara.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.