Sleman Bakal Punya Transportasi Massal Bernama Trans Sembada
Muhammad Fatoni September 06, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tengah bersiap meluncurkan layanan transportasi massal Trans Sembada. 

Kehadiran moda transportasi publik ini diinisiasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi potensi kemacetan lalu lintas akibat pembangunan jalan tol, sekaligus mandat penyediaan angkutan umum bagi masyarakat.
        
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, menjelaskan rencana pembangunan transportasi publik ini berawal dari permintaan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY agar jalur Trans Jogja Trayek 14 dialihkan pengelolaannya kepada Pemkab Sleman. 

"Sebenarnya pemicu awal utamanya itu, berkaitan adanya permasalahan jalur Trans Jogja 14. Dari Pemda DIY, dari pemerintah provinsi menghendaki itu diambil alih oleh Sleman," kata Heri, Sabtu (5/9/2026).

Alih kelola ini tidak bisa dilakukan secara parsial. 

Heri menegaskan, Pemkab Sleman perlu menyusun regulasi serta konsep perencanaan yang lebih komprehensif guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan seiring masifnya pembangunan infrastruktur jalan tol di Sleman.

"Kalau tidak dipikirkan dari sekarang, besok jadi kayak Jakarta macet dan sebagainya kan akan lebih parah. Sehingga, perlu pemikiran yang lebih komprehensif lagi, ya berarti solusi kalau biar tidak macet memang angkutan massal itu menjadi salah satu pilihan," ujarnya.

Semula, Pemkab Sleman menargetkan pengalihan jalur dan operasionalisasi Trans Jogja jalur 14 dapat dimulai pada 2027. 

Namun, kajian mendalam menunjukkan adanya kendala regulasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Sistem penyediaan angkutan umum di Sleman harus menggunakan skema penuh buy the service (BTS) yang melibatkan pihak ketiga. 

Karena Sleman belum memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus angkutan seperti halnya provinsi, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) tentang tarif menjadi sebuah kewajiban mutlak sebelum proses lelang dan operasional berjalan.

Dengan proses penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) yang berjalan pada 2027 dan pembahasan Perda tarif yang diperkirakan rampung di tahun yang sama, target operasional pengalihan Trans Jogja 14 yang semula tahun 2027 bergeser menjadi awal tahun 2028. 

Baca juga: Warga Prambanan Tepergok Curi Lampu Proyek Tol Yogya-Solo

Rute Trayek

Nama Trans Sembada dipilih sesuai julukan untuk Kabupaten Sleman, selain juga karena masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta sudah sangat familiar dengan Trans Jogja. 

Sebagai tahap awal, Trans Sembada akan mengambil alih trayek Trans Jogja 14 dengan rute terminal Pakem-UII-Pertigaan Besi ke timur-Nyangking.

Kemudian, Widodomartani ke selatan menuju depan Balai Desa Widodomartani ke selatan-SMK 1 Depok-Ringroad hingga Bandara Adisutjipto. 

Ke depan, cakupan Trans Sembada tidak hanya berfokus pada satu trayek, melainkan dirancang sebagai sistem transportasi terintegrasi yang menghubungkan berbagai wilayah pusat perekonomian dan destinasi wisata di Sleman dengan jaringan Trans Jogja. (rif)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.