TRIBUNKALTARA.COM,TARAKAN - Inilah update kondisi penerbangan dari Jakarta ke Tarakan, usai erupsi Gunung Anak Krakatau, lengkap kabar Batik Air hingga Citilink
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandar udara.
Sebagai informasi, Gunung Anak Krakatau terletak di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.
Secara administratif, wilayah Gunung Anak Krakatau masuk ke dalam Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Erupsi Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian bagi calon penumpang, yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Kota Tarakan di Provinsi Kalimantan Utara, maupun sebaliknya.
Sebelumnya, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama menginformasikan adanya penghentian operasional penerbangan di sejumlah bandara melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM).
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat Diminta Menjauh Radius 2 Kilometer
Beberapa di antaranya yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Radin Inten (TKG), Budiarto (RTO), dan Halim Perdanakusuma (HLP).
Untuk Bandara Soekarno-Hatta, NOTAM A3341/26 berlaku sampai pukul 09.30 waktu setempat.
Sementara Bandara Radin Inten melalui NOTAM B1123/26 berlaku hingga pukul 10.00 waktu setempat.
Kemudian Bandara Budiarto melalui NOTAM C1076/26 berlaku sampai pukul 09.30 waktu setempat.
Sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma melalui NOTAM A3345/26 berlaku hingga pukul 10.00 waktu setempat.
Kondisi ini kemudian turut berpengaruh terhadap kepastian jadwal penerbangan menuju Bandara Juwata Tarakan.
Diketahui, Bandara Juwata Tarakan terletak di Jalan Mulawarman No. 1, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
Humas Bandara Juwata Tarakan, Florenz, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap informasi operasional maskapai, khususnya penerbangan dari Jakarta.
Dalam komunikasi yang berlangsung pada Minggu (6/9/2026) pagi, Florenz menyebut penerbangan Batik Air dari Jakarta ke Tarakan merupakan salah satu penerbangan langsung yang biasanya beroperasi setiap hari.
"Kalau yang langsung itu cuma Batik Air," kata Florenz, kepada TribunKaltara.com di Tarakan, pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Ia menjelaskan, berbeda dengan Batik Air, penerbangan Citilink dari Jakarta menuju Tarakan memiliki pola transit melalui Balikpapan.
"Kalau Citilink kan dia transit Balikpapan," ujarnya.
Florenz menyebut, jadwal kedatangan Batik Air dari Jakarta ke Tarakan biasanya sekitar pukul 14.05 WITA.
Namun, pada saat komunikasi berlangsung, Florenz mengaku pihak Bandara Juwata Tarakan belum menerima informasi terbaru terkait kemungkinan pembatalan penerbangan Batik Air.
"Ini saya buka lagi grup operasional nih, nggak ada nih menggambarkan ada cancel sejauh ini," katanya.
Florenz juga menyampaikan, masih menunggu informasi resmi dari maskapai terkait perkembangan penerbangan tersebut.
"Ya, nah Citilink ini belum ada info.
Citilink kalau kemarin sih terbang, cuma hari ini kami belum ada info nih," ujarnya.
Selain Batik Air, penerbangan Citilink juga menjadi perhatian, karena melayani rute dari Jakarta menuju Tarakan, dengan transit di Balikpapan.
Florenz mengatakan, untuk penerbangan Citilink pada Minggu (6/9/2026), ia masih belum mendapatkan informasi terbaru.
Ia bahkan memperkirakan penerbangan tersebut berpotensi dibatalkan, namun saat itu belum ada kepastian resmi yang diterima pihak bandara.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyebabnya, Florenz menyebut kondisi tingkat keterisian penumpang.
"Kayaknya hari ini cancel soalnya dia low occupancy," kata Florenz.
Sementara untuk penerbangan Super Air Jet, Florenz menjelaskan maskapai tersebut melayani penerbangan dari Balikpapan.
"Kalau Super Air Jet dari Balikpapan.
Balikpapan kan Super Air Jet.
Ada Super Air Jet," katanya.
Dengan demikian, untuk penerbangan langsung dari Jakarta menuju Tarakan, Batik Air menjadi maskapai yang disebut Florenz melayani rute tersebut.
"Yang langsung yang dari Jakarta tuh cuma, Batik," ujarnya.
Florenz menegaskan pihak Bandara Juwata Tarakan masih memantau perkembangan informasi dari maskapai dan grup operasional.
Hal ini dilakukan menyusul adanya penghentian operasional sementara di sejumlah bandara, yang tercantum dalam NOTAM terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dalam percakapan tersebut, Florenz menyebut apabila penghentian operasional berlangsung sampai pukul 09.00 waktu setempat, penerbangan Batik Air yang memiliki jadwal kedatangan sekitar pukul 14.00 WITA secara waktu berada setelah periode tersebut.
"Kalau sampai jam 09.00 WITA ditunda, berarti Batik bisa terbang," katanya.
Meski demikian, Florenz belum memastikan penerbangan tersebut benar-benar berjalan karena pihaknya masih menunggu informasi resmi dari maskapai.
Ia juga memastikan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan.
"Nanti kalau ada update saya kirim data ya," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah