Jatilima Dikebut, Akses Cepat Tasik-Ciamis ke Cirebon Bakal Terhubung Via Majalengka
Mutiara Suci Erlanti September 06, 2026 02:11 PM

 

Laporan Kontributor Adim Mubaroq


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Jalur Timur Lingkar Majalengka atau Jatilima terus dikebut untuk membuka konektivitas perjalanan dari wilayah selatan Jawa Barat menuju Cirebon melalui Kabupaten Majalengka.

Salah satu ruas yang menjadi bagian penting dari jalur tersebut adalah Jalan Payung-Sadarehe di Kecamatan Rajagaluh. 

Dari sekitar 11 kilometer ruas yang menjadi target penanganan dan penyambungan, sekitar 6 kilometer sudah dibangun, sementara sekitar 5 kilometer lagi masih harus diselesaikan hingga tersambung ke kawasan Cikaracak.

Bupati Majalengka, Eman Suherman mengatakan, Jatilima sejak awal dirancang untuk menghubungkan ruas-ruas jalan yang sebelumnya belum tersambung.

“Jatilima ini ada dua fungsi. Pertama, untuk konektivitas, menghubungkan jalan-jalan yang sebelumnya belum terhubung,” kata Eman Suherman saat meninjau pembangunan Jalan Payung-Sadarehe, Minggu (6/9/2026).

Baca juga: Sejumlah Warga di Kuningan Dapat Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto


Eman menjelaskan, konektivitas tersebut nantinya memungkinkan perjalanan dari arah Cirebon menuju Tasikmalaya melalui jalur baru di wilayah Majalengka.

Ia mencontohkan, kendaraan dari Cirebon dapat melalui Sinanwangi hingga keluar di Cidulang.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Tasikmalaya dapat melalui Cidulang kemudian tersambung menuju Sinanwangi.

“Dari Cirebon ke Tasik bisa dari Sinanwangi keluar di Cidulang. Begitu juga dari Tasik ke Cirebon, dari Cidulang ke Sinanwangi,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Sekda Majalangka tersebut.

Jalur tersebut menjadi bagian dari konsep Jatilima yang memiliki panjang sekitar 44 kilometer dan membentang melalui kawasan Sindangwangi, Rajagaluh, Sindang, Argapura, Banjaran, Talaga hingga Cikijing.

Dengan tersambungnya ruas-ruas tersebut, akses dari kawasan selatan Jawa Barat, termasuk arah Tasikmalaya dan Ciamis, menuju Cirebon dapat semakin terkoneksi melalui wilayah Majalengka.

Namun, pekerjaan Jalan Payung-Sadarehe belum sepenuhnya rampung. Eman menyebut masih terdapat sekitar 5 kilometer ruas yang harus dibangun untuk menghubungkan kawasan Cawai Negelis hingga Cikaracak.

Baca juga: Ratusan Pendaki Masih Naik Gunung Ciremai Via Sadarehe Jelang Penutupan Seluruh Jalur

Kendala utama berada pada status lahan karena ruas yang tersisa masuk kawasan Perhutani.

“Yang lima kilometer ini masuk Perhutani. Mudah-mudahan nanti akhir September sudah bisa mulai,” kata Eman.

Eman mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan lanjutan. Namun, berdasarkan survei jajaran teknis DPUTR, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk menangani seluruh ruas yang tersisa.

“Rp10 miliar sudah ada, tetapi menurut teman-teman PU masih kurang,” ujarnya.

Menurut Eman, kebutuhan tersebut diketahui setelah jajaran teknis melakukan survei terhadap ruas dari Cawai Negelis sampai titik yang akan tersambung dengan Cikaracak.

Karena anggaran dinilai masih kurang, kebutuhan tambahan kemudian dimasukkan dalam pembahasan perubahan anggaran.

Untuk proyek Jalan Payung-Sadarehe yang sedang dikerjakan, papan informasi proyek mencantumkan nilai kontrak sebesar Rp14.154.054.000, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan 180 hari kalender, mulai 22 April hingga 18 Oktober 2026, dengan kontraktor PT Kalimasada Zahraa Jaya dan konsultan pengawas CV Maya Persada.


Sekretaris DPUTR Majalengka, Mamat Surahmat mengatakan, pekerjaan juga mencakup pelebaran badan jalan.

Lebar jalan yang sebelumnya sekitar 3,5 meter ditambah sekitar 75 sentimeter pada masing-masing sisi, sehingga badan jalan menjadi lebih lebar dibanding kondisi sebelumnya.


Eman mengaku puas melihat hasil pembangunan yang telah berjalan. Ia berharap kualitas pekerjaan tetap terjaga dan ruas tersebut segera selesai sehingga pembangunan dapat bergeser ke bagian berikutnya.


“Mudah-mudahan cepat selesai, nanti bergeser lagi. Pada akhirnya jalan ini tersambung,” ujarnya.


Peninjauan tersebut dilakukan Eman bersama istrinya, jajaran organisasi perangkat daerah dan instansi terkait dengan menggunakan sepeda motor menuju Blok Sadarehe, Desa Payung.


Usai meninjau pembangunan jalan, rombongan kemudian singgah di Villa Abah Encang, Desa Payung.

Di lokasi tersebut, rombongan disambut Enther Nizar, Ketua MPC Pemuda Pancasila Majalengka.

Enther merupakan putra almarhum H. Nazar Hidayat yang dikenal dengan sebutan Abah Encang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.