Buka Rakerwil Al Washliyah Jabar, Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Tiga Fondasi Kemitraan Umat
Muhamad Syarif Abdussalam September 06, 2026 02:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak kader organisasi Islam menjadikan ilmu, akhlak, dan pengabdian sebagai fondasi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Pesan itu disampaikannya saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW Al Jam’iyatul Washliyah Jawa Barat 2026, kemarin, di Aula Utama Pondok Pesantren Integrasi Quran.

Erwin menegaskan organisasi tidak seharusnya hanya menjadi tempat berkumpul atau menjalankan aktivitas kelembagaan. Menurutnya, organisasi harus menjadi ruang pengabdian sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Jadikan ilmu sebagai bekal, akhlak sebagai identitas, dan pengabdian sebagai jalan untuk menghadirkan kemaslahatan," kata Erwin.

Dia mengatakan Al Jam’iyatul Washliyah memiliki sejarah dan kontribusi panjang dalam kehidupan umat, terutama melalui bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan penguatan persatuan. Peran tersebut, menurutnya, semakin relevan di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, persoalan generasi muda, hingga kebutuhan penguatan karakter dan ketahanan keluarga.

Erwin mengingatkan agar Rakerwil tidak berhenti pada penyusunan dokumen organisasi. Dia berharap forum itu mampu menghasilkan program yang realistis dan dapat diwujudkan menjadi kegiatan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

"Saya berharap Rakerwil ini dapat melahirkan gagasan yang visioner, program yang realistis, dan langkah yang nyata. Jangan sampai hasil rapat berhenti menjadi dokumen, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi gerakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Erwin menyoroti kualitas kepemimpinan yang menurutnya perlu ditopang tiga unsur, yakni intellectual quality, emotional quality, dan spiritual quality. Dia menilai pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga harus mampu mengendalikan emosi, serta memiliki fondasi spiritual agar kebijakan yang dibuat berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Ketua Panitia Rakerwil, Dadan F. Ramadhan, mengatakan pelaksanaan Rakerwil merupakan hasil dari proses persiapan dan musyawarah yang dilakukan bersama untuk merancang langkah organisasi ke depan. Dia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, dan materi sehingga kegiatan dapat terlaksana.

"Kami mengadakan musyawarah bersama, membuat taktik, membuat planning ke depan, merencanakan yang terbaik untuk organisasi ini," kata Dadan.

Berdasarkan catatan panitia, peserta yang hadir mencapai sekitar 104 orang, meskipun sebagian peserta menginap dan sebagian lainnya kembali ke daerah masing-masing.

Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah Jawa Barat, H. Ahmad Aidin Tamim, mengatakan Rakerwil menjadi sarana memperkuat ukhuwah, baik di lingkungan internal Al Washliyah maupun dengan organisasi Islam lainnya. Rakerwil tahun ini mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Maju Washliyah Menuju Indonesia Jaya.”

"Melalui Rakerwil ini insyaallah kami akan memperkuat ukhuwah di internal, pada saat yang sama kami juga akan mempererat sesama ormas Islam di Jawa Barat," kata Ahmad Aidin.

Menurutnya, Al Washliyah tetap konsisten bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan amal sosial, serta terbuka membangun kerja sama dengan berbagai organisasi untuk kepentingan umat dan masyarakat.

Ahmad Aidin juga meminta program yang dirumuskan dalam Rakerwil benar-benar dapat dilaksanakan.

"Rapat-rapat kerja ini harus membuahkan hasil-hasil yang riil, program-program kerja yang nyata, yang implementatif," ujarnya.

Dia juga berharap hasil Rakerwil memperkuat sinergi antara pengurus wilayah, pengurus daerah, muslimat, organ bagian, serta lembaga-lembaga pendidikan Al Washliyah di Jawa Barat.

Rakerwil PW Al Jam’iyatul Washliyah Jawa Barat 2026 diikuti pengurus wilayah, perwakilan daerah, serta kepala dan wakil kepala lembaga pendidikan Al Washliyah dari berbagai jenjang. Melalui forum tersebut, Erwin berpesan tentang ilmu sebagai bekal, akhlak sebagai identitas, dan pengabdian sebagai jalan kemaslahatan menjadi salah satu pesan utama agar program organisasi tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.