TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem ekonomi syariah.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui inisiasi Kantin Halal, Aman, dan Sehat di Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) UIN Saizu Purwokerto.
Program pengabdian masyarakat ini digerakkan langsung oleh Halal Center UIN Saizu Purwokerto.
Inisiatif tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok ekonomi syariah di sektor kuliner yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menegaskan bahwa pengembangan kantin di Zona KHAS merupakan wujud komitmen kampus dalam membangun ekosistem halal secara komprehensif.
Penerapan prinsip halal tidak boleh berhenti pada kepemilikan sertifikat semata, melainkan wajib diimbangi dengan aspek keamanan dan kesehatan pangan.
"Komitmen UIN Saizu melalui Halal Center lahir untuk menghadirkan kantin halal, aman, dan sehat di Zona KHAS. Ini adalah bagian dari penguatan wisata halal di bidang kuliner sekaligus memperkokoh mata rantai ekonomi syariah," terang Prof. Ridwan.
Konsep ini menempatkan kuliner sebagai bagian dari ekosistem halal yang utuh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyajian, hingga konsumsi.
Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha didorong untuk konsisten menjaga kualitas produk, yang pada akhirnya memberikan kepastian serta nilai tambah bagi kepercayaan konsumen.
Rambah UMKM dan Dukung Pariwisata Halal Banyumas Raya
Kepala Halal Center UIN Saizu Purwokerto, Dani Kusumastuti, menjelaskan bahwa jangkauan Zona KHAS UIN Saizu tidak hanya terbatas pada area dalam kampus.
Program ini juga merambah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Purwokerto, seperti kawasan Purwasera (Purwanegara Selera Rakyat) dan para pedagang kaki lima.
Langkah perluasan ini ditempuh untuk mendukung keberlanjutan pariwisata halal di kawasan Banyumas Raya.
Ekosistem ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari penyedia bahan baku, pengolah makanan, hingga konsumen akhir.
Atas capaian tersebut, Prof. Ridwan menyampaikan apresiasinya kepada tim Halal Center UIN Saizu yang telah menggerakkan program pengabdian masyarakat berbasis produk kuliner halal.
Ke depan, UIN Saizu berkomitmen untuk memperluas edukasi dan pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku usaha kuliner di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.
Upaya ini diharapkan dapat membangun budaya produksi dan konsumsi pangan yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman sekaligus menjamin kualitas kesehatan masyarakat. (***)6