Signify Gelar Innovation Day, Bahas Kota dan Gedung Masa Depan
Ida Bagus Artha Kusuma September 06, 2026 03:34 PM

nextren.com - Signify menggelar Innovation Day bertema "Light the Future" di Jakarta pada 2 September 2026. Acara ini membahas pemanfaatan teknologi pencahayaan untuk mendukung pembangunan kota pintar yang layak huni serta bangunan yang siap menghadapi kebutuhan masa depan.

Forum tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah, sektor properti, hospitality, lingkungan, dan industri bangunan. Signify mengaitkan pembahasan tersebut dengan upaya Indonesia mendorong pembangunan berkelanjutan dan mencapai target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Rangkaian Signify Innovation Day terbagi menjadi dua diskusi utama. Sesi pertama membahas pembangunan smart and liveable city, sedangkan sesi kedua berfokus pada future-ready building yang menggabungkan kebutuhan bisnis, efisiensi operasional, dan prinsip keberlanjutan.

"Kami percaya bahwa pencahayaan memiliki peran jauh lebih besar dari sekadar penerangan," ujar Director Commercial Leader of Professional Business Signify Indonesia, Lucas Ardhana, dalam keterangan resminya.

Menurut Lucas, teknologi pencahayaan pintar dapat membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, mendukung mobilitas serta aktivitas ekonomi, memperkuat estetika kota, dan meningkatkan efisiensi energi.

Signify menyebut pendekatan tersebut sebagai "Light Beyond Illumination". Melalui konsep ini, perusahaan menempatkan lampu sebagai bagian dari sistem yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan.

Pencahayaan untuk Kota Pintar

Sesi bertema "Future of Smart & Liveable Cities: Driving Sustainability Through Innovation and Circularity" membahas pemanfaatan infrastruktur, teknologi, dan data untuk meningkatkan layanan publik.

Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik, Perencana Ahli Madya Kementerian PPN/Bappenas Astu Gagono Kendarto, Kepala Bidang Penerangan Jalan dan Sarana Umum Dinas Bina Marga DKI Jakarta Ery Ghazali, serta Head of Sales Public Segment Signify Indonesia Firmans Nur Gafi.

Para panelis membahas strategi dan kebijakan berbasis data, potensi skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU, serta penerapan prinsip sirkularitas dalam pengembangan infrastruktur.

Prinsip sirkularitas mendorong pengelola memperpanjang siklus hidup aset, menggunakan sumber daya secara lebih efisien, dan mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan.

Transisi menuju lampu LED dan penggunaan sistem pintar pada Penerangan Jalan Umum DKI Jakarta menjadi salah satu contoh implementasi yang dibahas. Teknologi pencahayaan ditempatkan sebagai salah satu elemen pendukung kota yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Future-Ready Building Dukung Efisiensi Bisnis

Signify juga mengangkat sesi "Achieving Sustainability Goals and Business Growth Through Future-Ready Buildings". Diskusi ini membahas kemampuan bangunan dalam merespons perubahan kebutuhan bisnis dan tuntutan keberlanjutan.

Sesi tersebut menghadirkan Director Facilities Management PT Colliers International Indonesia Christina Ng, President of IS2P Satrio Prakoso, Chief Business Officer PT MNC Tourism Indonesia Tbk Stefanus Yonathan Astayasa, dan Head of Sales Intelligent Building Segment Signify Indonesia Gregorius Wahyu Kurniawan.

Vice Chairman Green Building Council Indonesia Prasetyo Adi bertindak sebagai moderator.

Para panelis menyoroti perkembangan tren dan regulasi bangunan masa depan serta pentingnya mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG ke dalam strategi bisnis.

Teknologi pencahayaan dalam konsep tersebut tidak hanya berfungsi menerangi ruangan. Sistem pencahayaan juga diarahkan untuk membantu pengelola meningkatkan efisiensi energi dan operasional, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pengguna bangunan.

"Future-ready buildings adalah tentang menciptakan lingkungan yang mampu merespons kebutuhan yang terus berubah, beroperasi secara lebih efisien dan cerdas, serta memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat dan bisnis," ujar CEO of Professional Business Signify Southeast Asia and Far East, Jitender Khurana.

Menurut Jitender, pencahayaan LED yang hemat energi dan terkoneksi dapat membantu pelanggan mengurangi konsumsi energi, menekan biaya operasional dan emisi karbon, serta menciptakan nilai bisnis dalam jangka panjang.

Pamerkan Solusi Pencahayaan Profesional

Signify turut menggelar sesi demonstrasi teknologi untuk berbagai kebutuhan profesional. Perusahaan memperlihatkan solusi pencahayaan untuk perkantoran, kawasan industri, data center, hotel, fasad bangunan, lanskap, stadion, dan jalan.

Berbagai teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

Meski demikian, Signify tidak memerinci nama produk, teknologi, target efisiensi, harga, maupun jadwal penerapan solusi yang dipamerkan dalam Innovation Day.

Pembahasan dalam acara ini menunjukkan bahwa lampu mulai ditempatkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan kota dan bangunan. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi proyek dengan target penghematan, manfaat publik, dan hasil keberlanjutan yang dapat diukur secara transparan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.