Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Manajemen Bandara Radin Inten II Lampung mencatat sebanyak 19 penerbangan dari dan menuju Lampung dibatalkan pada Minggu (6/9/2026).
Baca juga: Bandara Radin Inten II Lampung Catat 19 Penerbangan Dibatalkan
Pembatalan penerbangan tersebut terjadi di tengah dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan dan turut berdampak terhadap operasional bandara.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan penerbangan menyusul diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan operasional bandara (aerodrome closed) hingga pukul 14.00 WIB.
"Ada sebanyak 19 jadwal penerbangan dinyatakan dibatalkan atau cancel menyusul dikeluarkannya Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan operasional landasan (aerodrome closed) hingga pukul 14.00 WIB hari ini," kata Kiki, Minggu (6/9/2026).
Kiki menjelaskan, operasional harian Bandara Radin Inten II sebenarnya berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 20.15 WIB. Namun, berdasarkan NOTAM, penutupan operasional berlaku sejak pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.
"Jadi kita NOTAM masih sampai dengan jam 14.00 WIB. Operasional harian kita sebenarnya dari jam 07.00 sampai jam 20.15 WIB, namun NOTAM ini berlaku sejak jam 7 pagi sampai jam 14.00 WIB," ujar Kiki.
Penutupan operasional tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Radin Inten II selama periode yang ditetapkan.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 12.45 WIB, penerbangan paling malam yang telah mengonfirmasi pembatalan adalah AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 177 rute Surabaya-Jakarta (SUB-CGK), yang sedianya dijadwalkan berangkat pukul 18.40 WIB.
"Dari 19 penerbangan yang dibatalkan, penerbangan termalam yang tercatat cancel adalah AirAsia QZ 177 jadwal pukul 18.40 WIB rute SUB-CGK," kata Kiki.
Meski demikian, pihak bandara masih menunggu kepastian dari maskapai TransNusa terkait jadwal penerbangan malam.
"Dari 19 flight ini, kami masih menunggu satu lagi konfirmasi dari pihak TransNusa. TransNusa belum bisa memberikan kepastian untuk jadwal penerbangan di atas jam 18.00 WIB," ujar Kiki.
Untuk mengantisipasi penumpukan calon penumpang di ruang tunggu terminal, pihak maskapai bersama pengelola bandara telah mengambil sejumlah langkah penanganan.
"Untuk airline melakukan SMS dan WA blasting ke penumpang, sehingga penumpang tidak sampai menumpuk di ruang tunggu," ujarnya.
Saat ini, penumpang yang telah tiba di bandara berada di area check-in untuk mengurus pengembalian uang tiket (refund) maupun melakukan koordinasi terkait penerbangan selanjutnya.
Selain membantu proses refund dan penyesuaian jadwal (reschedule), pihak bandara juga memberikan layanan tambahan bagi calon penumpang yang telah tiba di area bandara.
"Kami juga menyediakan layanan tambahan dari pihak bandara berupa pembagian air minum gratis untuk para penumpang yang ada di area check-in," kata Kiki.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)