SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Warga Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung dibuat resah oleh sosok misterius yang kabarnya mengintip, bahkan masuk rumah warga.
Kabar ini menyebar cepat di media sosial, dan memicu warga untuk berusaha menebak-nebak sosok pelakunya selama seminggu terakhir.
“Informasi yang beredar dan viral, sosok itu beberapa kali mendatangi rumah warga dan diduga mengintip hingga masuk ke area kamar,” jelas Kapolsek Ngunut, Kompol Tri Nuartiko, Minggu (6/9/2026).
Kejadian terakhir yang diketahui warga pada Rabu (26/08/2026) malam.
Tiko, panggilan akrab Kapolsek Ngunut, mengaku langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat kabar itu.
Dari proses penyelidikan, personel Unit Reskrim Polsek Ngunut mengidentifikasi sosok AY, warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut.
Baca juga: 9 Nama Pejabat Pemkab Tulungagung yang Disebut Diperas Bupati Nonaktif Gatut Sunu hingga Rp3,2 M
“Hasil penyelidikan memastikan sosok AY yang dimaksudkan warga, selama ini dituding membuat resah,” sambungnya.
AY diamankan pada Jumat (28/08/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk dimintai keterangan di Markas Polsek Ngunut.
Polisi juga mempertemukan langsung AY dengan SMS, salah satu warga Desa Pulosari yang mengadu.
Keduanya melakukan mediasi dengan disaksikan Kepala Desa Gilang, Kasi Trantib Kecamatan Ngunut, dan dokter Puskesmas Ngunut.
“Kami libatkan Puskesmas Ngunut untuk memastikan kondisi kejiwaan AY. Kami ingin proses penanganan yang menyeluruh,” ucap Tiko.
Dari proses mediasi ini kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan.
AY membuat surat pernyataan tidak mengulang perbuatannya, sementara SMS sepakat tidak menempuh jalur hukum.
Setelah proses perdamaian selesai, AY dibolehkan pulang pada Sabtu (29/08/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
“Kami merespons setiap informasi di media sosial yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat,” tegasnya.
Tiko juga mengapresiasi warga yang melapor ke polisi bila menemukan aktivitas yang mencurigakan, tidak melakukan tindakan sendiri.
Tiko juga berharap masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi di media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya.
Baca juga: Makam Kuno di Sembung Tulungagung Dibongkar, Tim Ahli Cagar Budaya Menduga Makam Itu Kosong